Kehancuran Ekologi RI di Balik Transisi Energi Disuarakan di COP30
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Perwira Unit Reserse Kriminal Polsek Bantul Aiptu Imam Sutrisno memperlihatkan sejumlah dokumen yng digunakan untuk mengelabui korban penipuan penerimaan CPNS, Rabu (30/12/2015) di Polsek Bantul. (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja)
Calo CPNS di Bantul terungkap, telah menyebabkan kerugian hingga miliaran rupiah
Harianjogja.com, BANTUL- Kepolisian Bantul menangkap dua anggota sindikat penipuan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Puluhan korban tertipu hingga miliaran rupiah.
Dua tersangka penipuan yaitu HD, 42, serta adiknya HN, 40, ditangkap aparat Polsek Bantul, Selasa (29/12/2015) siang. Dari penyelidikan polisi, keduanya sudah menipu korban sebanyak 40 orang dengan kerugian mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Kepala Polsek Bantul Komisaris Polisi (Kompol) Fajar Pamudji mengungkapkan, kedua pelaku ditangkap setelah korban kakak beradik bernama Rinawati Pratiwi, 25 dan Afidatul Umah, 23 melapor ke polisi. Korban mengaku mengenal kedua pelaku pada awal 2015.
"Awalnya kenal karena pacarnya tersangka [tersangka HD] teman dekat korban," ungkap Fajar Pamudji, Rabu (30/12/2015).
Tersangka kemudian meyakinkan kedua korban bahwa ia bisa meloloskan keduanya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul. Syaratnya korban membayar uang senilai Rp300 juta.
Salah satu cara meyakinkan korban, warga Tulungagung, Jawa Timur itu mengaku anggota dari Komite Investigasi Negara (KIN), semacam underbow atau organisasi sayap dari Badan Intelijen Negara (BIN).
Selain itu, tersangka juga menunjukkan satu bundel buku palsu mengenai daftar peserta lolos CPNS yang memuat nama korban. Buku itu mirip dokumen negara dan berlambang burung Garuda. Merasa yakin diterima sebagai CPNS, dua warga Dusun Gemahan, Ringinharjo, Bantul itu menyetor uang senilai Rp200 juta serta menyerahkan mobil pribadi senilai Rp50 juta.
Namun hingga akhir 2015, korban curiga tidak kunjung dipanggil bekerja oleh otoritas RSUD Panembahan Senopati Bantul. Kejadian ini lalu dilaporkan ke polisi pada Kamis (29/12/2015) pagi.
Agar dapat menangkap pelaku, polisi membuat skenario. Korban berpura-pura ingin bertemu pelaku di RSUD untuk melunasi sisa pembayaran senilai Rp50 juta. Tersangka datang ke lokasi yang dijanjikan pada Selasa siang, saat itu pula polisi meringkus tersangka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nasib banyak Masyarakat Adat justru kian terancam oleh ambisi transisi energi global.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.