WISATA GUNUNGKIDUL : Ups, Jogja-Pantai Gunungkidul Ditempuh Empat Jam

Uli Febriarni
Uli Febriarni Sabtu, 02 Januari 2016 02:20 WIB
WISATA GUNUNGKIDUL : Ups, Jogja-Pantai Gunungkidul Ditempuh Empat Jam

Kemacetan sepanjang sekitar satu setengah kilometer di pintu masuk utama TPR Baron, Jumat (1/1) siang. Kemacetan berhasil diurai pada sore harinya. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)

Wisata Gunungkidul, jalur yang dilalui mengalami kemacetan parah.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Kemacetan panjang di jalur menuju objek wisata pantai di Gunungkidul pada Jumat (1/1/2016), memaksa wisatawan menempuh perjalanan sekitar empat jam dari Jogja ke objek wisata pantai.

Seperti diungkapkan oleh salah seorang wisatawan, Suhadi Noto. Dijumpai di Tempat Penarikan Retribusi Pantai Baron ia menerangkan dirinya mulai menempuh perjalanan dari simpang tiga Kantor Kecamatan Piyungan sekitar pukul 10.00 WIB, dan baru sampai kawasan pantai [TPR] pada 14.00 WIB. Padahal ia menyebutkan, pada hari biasa, waktu tempuh perjalanan hanya sekitar satu setengah hingga dua jam saja.

"Maklum, namanya saja baru musim liburan, jadi banyak wisatawan yang ingin berlibur," jelasnya, Jumat siang (1/1/2016).

Antrian panjang kendaraan wisatawan, sesungguhnya terlihat di tiga titik, mulai dari simpang tiga Mulo, simpang tiga Baron dan jalur Pantai Kukup hingga Pantai Pulangsawal. Kemacetan di simpang tiga Mulo, terjadi karena adanya sistem buka tutup, bagi kendaraan yang berasal dari tepus. Sementara kemacetan di simpang tiga Baron terjadi karena menjadi titik temu kendaraan yang menuju pantai, berasal dari Jalur Jalan Lintas Selatan dan pintu masuk utama Pantai Baron.

Kemacetan pada jalur menuju Kukup hingga Pulangsawal terjadi karena kondisi jalan yang cukup sempit dan tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang melintas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis