PERTANIAN KULONPROGO : Kodim 0731 Siap Mendukung Program Cetak Sawah Baru
Sejumlah petani mengolah hasil panen padi di Bulak Ndolog, Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Kulonprogo, Kamis (31/12/2015).(Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Pertanian Kulonprogo didukung setiap pihak.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Kodim 0731/Kulonprogo menyatakan siap mendukung kembali upaya pencetakan lahan sawah baru di wilayah Kulonprogo. Sebanyak 150 personel akan dikerahkan untuk membantu pemerintah menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan.
Dandim 0731/Kulonprogo, Letkol Czi Cornelles Rompas mengaku telah mendengar rencana Pemkab Kulonprogo mencetak sawah baru seluas 100 hektare (ha) pada tahun 2016.
“Sesuai kesepakatan dengan bupati, kami siap mendukung peningkatan ketahanan pangan di Kulonprogo,” kata dia usai panen raya di Bulak Ndolog, Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Kulonprogo, Kamis (31/12/2015).
Rompas memaparkan, Kodim 0731/Kulonprogo telah membuktikan komitmennya dengan turut menyukseskan program cetak sawah baru tahun 2015 seluas 50 ha. Lahan sawah baru itu tersebar di wilayah Kecamatan Nanggulan, Sentolo, dan Pengasih. Rompas menambahkan, personel kodim tidak hanya membantu pembersihan dan perataan lahan dengan alat berat, tetapi juga hingga proses pemetakan sawah baru.
Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Kabupaten Kulonprogo, Bambang Tri Budi Harsono mengatakan, target cetak sawah baru tahun 2015 sudah sepenuhnya terealisasi. Melalui alokasi dana APBN, sawah baru berhasi dibuat di Desa Donomulyo Nanggulan seluas 34 ha, sembilan ha di Desa Kaliagung Sentolo, dan tujuh ha di Desa Sendangsari Pengasih. Pemkab Kulonprogo juga mencetak sawah baru seluas lima ha di Desa Pengasih Kecamatan Pengasih dengan alokasi dana APBD Kulonprogo.
“Jadi totalnya ada 55 ha. Kemarin sudah dilakukan gerakan tanam perdana untuk lahan hasil cetak sawah baru di Donomulyo, Nanggulan,” ungkap Bambang.
Bambang mengatakan, alih fungsi lahan sebagai dampak perkembangan ekonomi di Kulonprogo harus disiasati. Meski biaya cetak sawah baru mencapai setidaknya Rp15 juta per ha, konsekuensi itu harus tetap dijalankan demi menjaga stabilitas ketahanan pangan.
Dia membenarkan adanya target cetak sawah baru seluas 100 ha pada tahun 2016. Wilayah sasarannya masih Kecamatan Nanggulan, Sentolo, dan Pengasih. Namun, pembagian luas lahan untuk masing-masing wilayah masih dalam pembahasan. “Kami masih melakukan inventarisasi dan mengidentifikasi data,” ucap Bambang.
Bambang lalu mengungkapkan, dukungan Kodim 0731/Kulonprogo masih sangat dibutuhkan. “Kami berusaha selalu menggandeng TNI untuk mewujudkan swasembada pangan bersama-sama,” ujar Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share