Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Suasana antrian pencairan dana JHT di Gedung BPJS Ketenagakerjaan Jogja, Jumat (4/9/2015). (JIBI/Harian Jogja/Abdul Hamied Razak)
BPJS Ketenagakerjaan masih ada perusahaan yang belum mendaftarkan pegawainya.
Harianjogja.com, JOGJA-Hingga di awal tahun 2016, masih banyak perusahaan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang belum mendaftarkan karyawannya menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah (Kanwil) DIY Mochamad Triyono menegaskan masih banyak perusahaan di DIY yang belum menjadi peserta.
"Masih banyak pokoknya sekitar ratusan. 4.000 perusahaan sudah masuk [peserta BPJS Ketenagakerjaan]," kata pria yang akrab disapa Tri ini, Sabtu (2/1/2016)
Kendalanya, lanjut dia, ada perusahaan mispersepsi. BPJS Ketenagakerjaan ini dianggap merupakan sebuah program tender. BPJS dikira jaminan sosial yang dijalankan oleh pihak ketiga.
"Kita sudah UU [Undang Undang] jadi nggak perlu tender. Ini sudah bantuan sosial. Tanpa tender sudah ada UU-nya. Sudah diatur Permenaker, PP [Peraturan Peerintah], banyak. Kita sebagai bansos [bantuan sosial] legal," tegasnya.
Setiap perusahaan wajib mendaftarkan karyawannya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah sudah mengatur sanksi jika hal ini tidak diindahkan perusahaan.
"Sanksinya sama dengan perusahaan yang bandel tidak bayar iuran. Delapan bulan, Rp1 miliar," tutur Tri.
Maka dari itu, BPJS Ketenagakerjaan intensif melakukan upaya persuasif edukatif terkait keuntungan BPJS.
Tunggakan Rp2 miliar
Terkait perusahaan yang masih nunggak membayar iuran, ia menyebut total tunggakan hampir mencapai Rp2 miliar.
"Sisa gempa 2006, ratusan perusahaan banyak nunggak. Yang sudah pemutihan juga ada. Upaya rutin kita dengan mengingatkan baik tertulis maupun komunikasi. Kirim surat dan kunjungi secara langsung," ungkapnya.
Tri menargetkan pada 2016 ini semua pelaku usaha dan pekerja paham akan pentingnya BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini ada 180.000 peserta BPJS Ketenagakerjaan. 16.000 di antaranya merupakan pekerja sektor nonformal seperti petani, tukang batu, nelayan, penderes, hingga penjual gorengan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Bruno Fernandes mencetak 21 assist musim ini, memecahkan rekor Liga Inggris dan mengungguli Thierry Henry serta Kevin De Bruyne.
Pemda DIY siapkan satgas khusus atasi kejahatan jalanan. Libatkan polisi, TNI, BIN hingga BNN.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.