Rendah Hati, Probosutedjo Suka Bangun Pagar
Kantor Dinas Kebudayaan Kulonprogo. (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Dinas Kebudayaan Kulonprogo sudah dibentuk, namun masih sibuk menata kantor
Harianjogja.com, KULONPROGO- Dinas Kebudayaan baru aktif pekan depan.
Dua hari sejak pelantikannya, Dinas Kebudayaan masih sibuk berbenah kantor. Hal ini terlihat dari beberapa petugas yang masih sibuk menata berbagai peralatan perkantoran di Kantor Dinas Kebudayaan di Jl. Sanun, Wates pada Rabu (6/1/2016).
“Sekarang lagi penataan secara fisik tempat kerja, untuk program-programnya belum,” jelas Kepala Seksi Sejarah dan Permuseuman, Wruhantoro.
Dinas Kebudayaan sendiri menempati gedung yang dulu merupakan gedung perpusatakaan daerah Kulonprogo. Gedung yang dimaksud sendiri saat ini sedang dalam keadaan kosong dan butuh banyak penataan. “Belum ada airnya, jaringan listrik juga baru nyala hari ini,” jelas Wruhantoro.
Beberapa meja dan kursi yang digunakan juga masih meminjam dari inventaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kulonprogo yang sebelumnya merupakan induk dari bidang kebudayaan. “Masih bertahap, mungkin triwulan kedua baru bisa punya sendiri,” ujar Wruhantoro.
Pada penataannya, gedung ini juga akan dilengkapi dengan beberapa koleksi museum yang sebelumnya berada di Bale Agung, Wates. Sejumlah arca batu peninggalan budaya silam tersebut diatur agar selaras dengan penataan ruangan yang dibutuhkan.
Wruhantoro mengungkapkan jika berbagai koleksi museum tersebut akan terus berada di kantor Disbud Kulonprogo karena Bale Agung akan dikhususkan sebagai tempat pertemuan.
Selain koleksi museum, kantor Disbud juga nantinya akan menyisihkan ruangan untuk menyimpan koleksi gamelan yang dimiliki oleh pemkab Kulonprogo. Saat ini seperangkat gamelan tersebut masih disimpan di Gedung Kesenian, Wates.
Disbud sendiri rencananya akan terdiri dari dua bidang. Kedua bidang tersebut meliputi bidang warisan budaya dan nilai budaya dan bidang adat tradisi. Kelengakapan personalianya sendiri selain diambil dari bidang kebudayaan yangs ebelumnya ada di Disparpora juga diambil dari beberepa dinas lainnya sesuai kebutuhan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan, Untung Waluya menyatakan siap memimpin dinas yang dibentuk terkait dengan gelontoran dana keistimewaan yang digelontorkan untuk DIY. “Belum ada rencana detail tapi yang pasti saya siap,” ujar Untung. Ia sendiri sebelumnya memegang jabatan sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.