Harga Pakan Ayam Naik Disinyalir Jadi Sebab Kenaikan Harga Daging Ayam

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Jum'at, 15 Januari 2016 20:55 WIB
Harga Pakan Ayam Naik Disinyalir Jadi Sebab Kenaikan Harga Daging Ayam

Peternak memanen telur di salah satu sentra peternakan ayam petelur di Blitar, Jawa Timur, Kamis (1/10/2015). Akibat membludaknya produksi telur di daerah tersebut, peternak menyatakan jika dalam sepekan terakhir ini harga telur terus mengalami penurunan sekitar Rp2.000/kg dari yang sebelumnya Rp17.000/kg menjadi Rp15.000/kg. (JIBI/Solopos/Antara/Irfan Anshori)

Harga pakan ayam naik, diduga menjadi penyebab kenaikan harga daging ayam

Harianjogja.com, KULONPROGO- Harga pakan ayam disinyalir sebabkan kenaikan harga daging ayam. Namun, harga telur ayam turun dibandingkan hari-hari lalu.

Harga pakan ayam diklaim naik hingga Rp10.000 per karung dengan ukuran 50 kilogram (kg) “Sekarang harganya jadi Rp370.000,00,” ujar Rumini, salah satu pedagang eceran pakan ayam di daerah Bendungan, Kulonprogo, Kamis (14/1/2016). Ia menyebutkan bahwa sebelumnya harga pakan ayam berada di angka Rp360.000 per karung.

Rumini menjelaskan bahwa kenaikan ini berlangsung sejak dua minggu belakangan. Kenaikan ini berawal di tahun baru dan terus meningkat hingga kini. “Awalnya cuma naik Rp5.000 lalu sampai ke haraga sekarang,” ujarnya.

Kini Rumini menjual pakan ayam secara eceran seharga Rp8.000 per kilogram. Namun, ia mengaku bahwa tidak ada pelanggannya yang mengurangi jumlah pembelian meski harus mengeluarkan biaya lebih besar.

Di sisi lain, harga telur ayam turun. Sebelumnya harga telur mencapai Rp24.000-Rp25.000 per kg. Namun kini harga telur ayam telah sampai harga Rp22.000-23.000 per kg. “Sejak kemarin entah kenapa turun seribu, padahal ayam masih mahal kan,” ujar Ijuk, pedagang di Pasar Bendungan.

Ia menguraikan bahwa biasanya harga telur ayam mengikuti harga ayam potong namun kali ini berbeda. “Ini tumben banget, padahal kalau ayam naik ya biasanya ikut naik,” ujar Ijuk.

Meski harga telur ayam turun, penjualan komoditas tersebut masih terpantau biasa. Berbeda dari tahun baru ketika permintaan meningkat drastis.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online