BANDARA KULONPROGO : Pelajaran PKn Singgung Penolakan Bandara, Wali Murid Protes
Bandara Kulonprogo mendapat penolakan dari warga yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal
Harianjogja.com, KULONPROGO-Sejumlah wali murid sekaligus anggota Wahana Tri Tunggal (WTT) mengikuti audiensi di SMP Negeri 1 Temon, Kulonprogo, Rabu (20/1/2016).
Mereka bermaksud melakukan klarifikasi terkait dugaan intimidasi kepada sejumlah siswa dengan menyinggung permasalahan penolakan rencana pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) pada jam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).
Audiensi tersebut menghadirkan guru yang dianggap melakukan intimidasi, kepala sekolah, serta perwakilan Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Kulonprogo. Audiensi digelar tertutup untuk umum di ruang laboratorium sekolah. “Kami hanya meminta agar kegiatan anak sekolah tidak dikaitkan dengan kegiatan orang tuanya,” kata ketua WTT Martono, usia audiensi.
Martono memaparkan, para wali murid merasa keberatan karena ada guru yang membahas penolakan bandara dan menyebut WTT dalam pembelajaran di kelas. Hal itu diketahui tidak hanya dilakukan satu kali. “Misalnya ditanya siapa yang orang tuanya WTT dan mana yang orang Kragon. Hal itu membuat murid-murid jadi tertekan,” ujarnya menerangkan.
Terdapat sembilan siswa SMP Negeri 1 Temon yang berasal dari keluarga anggota WTT. Mereka menceritakan apa yang dialami di sekolah kepada orang tuanya karena merasa terintimidasi sehingga tidak nyaman belajar.
Dia berharap, sekolah benar-benar menjalankan kesepakatan yang dibuat saat audiensi. Sekolah diminta lebih berhati-hati dan menjaga perasaan siswa, terutama jika menyinggung rencana pembangunan bandara NYIA.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan SMP Dindik Kulonprogo, Sarjana mengatakan jika permasalahan antara kedua pihak sudah bisa diselesaikan dengan jalan musyawarah. Pihak sekolah juga menyatakan bersedia mengantisipasi agar perkara serupa tidak terjadi lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share