WISATA SLEMAN : Disbudpar Targetkan Pendapatan Rp4,2 M, Lebih Kecil dari realisasi 2015

Kamis, 21 Januari 2016 18:53 WIB
WISATA SLEMAN : Disbudpar Targetkan Pendapatan Rp4,2 M, Lebih Kecil dari realisasi 2015

Taman Lampion, Alternatif Wisata Malam di Kaliurang. (Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja)

Wisata Sleman ditargetkan bisa memberikan pendapatan daerah Rp4,2 miliar tahun ini

Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) tahun ini Rp4,2 miliar. Target tersebut lebih kecil dibandingkan realisasi PAD 2015 yang mencapai Rp4,86 miliar.

Kepala Disbudpar AA Ayu Laksmi Dewi menjelaskan, target PAD untuk sektor pariwisata tahun ini lebih kecil dibandingkan capaian tahun lalu. Alasannya, target PAD tahun ini dibuat berdasarkan prediksi pendapatan pada awal 2015. Bukan didasarkan realisasi akhir tahun kemarin.

Ayu menolak jika target PAD 2016 ditetapkan untuk mengambil posisi aman. Menurutnya, penetapan target PAD telah dirumuskan berdasarkan prosedur yang berlaku. "Kami buat data series selama lima tahun. Dari data acuan itu, kami memutuskan targetnya. Itu alasan mengapa target PAD tahun ini lebih rendah dari realisasi," katanya, Selasa (19/1/2016).

Dia menyontohkan, target PAD 2014 Rp3 miliar sementara realisasinya Rp4 miliar. Adapun target PAD 2015 Rp3,66 miliar dengan realisasi Rp4,86 miliar. Sedangkan PAD 2016 ditargetkan Rp4,2 miliar. "Kami optimistis bisa mencapai target tersebut. Sebab sebelumnya, PAD yang dicanangkan selalu melampaui target," akunya.

Untuk mencapai target tersebut, Disbudpar merancang beberapa strategi. Di antaranya mengoptimalkan destinasi wisata yang menjadi tujuan favorit pengunjung. Seperti Museum Gunung Merapi (MGM) dan Kawasan Wisata Kaliurang. "Program penunjangnya, kami akan melakukan penataan ulang terhadap kios-kios di Kaliurang agar pengunjung semakin nyaman," tutur Ayu.

Selain itu, Disbudpar juga akan mengoptimalkan keberadaan desa wisata sebagai sumber PAD. Sekretaris Disbudpar Sleman, Endah Sri Widiastuti menjelaskan, dari 30 desa wisata di Sleman hanya tujuh desa wisata yang berstatus mandiri. Meliputi, Desa Wisata Pulesari, Pentingsari, Grogol, Gamplong, Tanjung, Brayut, dan Rumah Domes.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online