BANDARA KULONPROGO : Luas Lahan Bertambah, Pemilik Lahan Memilih Diam

Rima Sekarani
Rima Sekarani Jum'at, 22 Januari 2016 09:55 WIB
BANDARA KULONPROGO : Luas Lahan Bertambah, Pemilik Lahan Memilih Diam

Sejumlah warga melengkapi berkas kepemilikan lahan dan melakukan kroscek terhadap hasil pendataan lahan calon lokasi bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) oleh Satgas B di Balai Desa Glagah, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Jumat (8/1/2016). (Rima Sekarani/Harian Jogja)

Bandara Kulonprogo untuk pengukuran dan pendataan perlu diverifikasi.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Perbedaan hasil pengukuran dan pendataan lahan calon lokasi bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) dengan data yang tercantum pada sertifikat hak milik tidak hanya berupa berkurangnya luas lahan. Beberapa lahan juga diketahui justru bertambah luasnya.

Kondisi itu terjadi di Desa Sindutan, Kecamatan Temon, Kulonprogo. Kepala Desa Sindutan, Radi mengatakan, tambahan luas lahan dia temukan saat mencermati bendel hasil pengukuran dan pendataan lahan calon lokasi bandara NYIA yang dipublikasikan kepada masyarakat sejak Selasa (12/1/2016) pekan lalu.

“Ada yang kelebihan sampai 1.000 meter persegi,” ungkap Radi, Kamis (21/1/2016). (Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/01/20/bandara-kulonprogo-tolak-hasil-pengukuran-lahan-warga-penolak-bandara-geruduk-balai-desa-682872">BANDARA KULONPROGO : Tolak Hasil Pengukuran Lahan, Warga Penolak Bandara Geruduk Balai Desa)

Radi memaparkan, Desa Sindutan setidaknya telah menerima 124 pengajuan keberatan dari warga Dusun Glaheng, Dukuh, dan Bayeman. Sambil menunggu pengajuan lain hingga akhir Januari nanti, rekapan sementara pengajuan keberatan tersebut telah diserahkan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada Selasa (19/1/2016) kemarin.

Radi mengatakan, keberatan yang disampaikan warga kebanyakan karena luas lahan pada hasil pengukuran lebih sempit dibanding data pada sertifikat hak milik. Selisihnya pun beragam, mulai dari sekitar satu meter persegi, hingga 700 meter persegi.

Di sisi lain, belum ada satu pun warga yang mempertanyakan mengapa luas lahannya bisa bertambah. Meski demikian, Radi tidak tinggal diam. Dia berusaha melaporkan hal itu kepada BPN agar menjadi bahan pertimbangan dan ditindaklanjuti dengan pengecekan ulang.

“Nanti ada tim yang ke lapangan lagi, yaitu satgas yang membidangi pengukuran itu,” kata Radi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis