PERTANIAN GUNUNGKIDUL : Hujan, Petani Mulai "Tambal Sulam"

Uli Febriarni
Uli Febriarni Jum'at, 22 Januari 2016 23:55 WIB
PERTANIAN GUNUNGKIDUL : Hujan, Petani Mulai "Tambal Sulam"

Pertanian Gunungkidul menyesuaikan diri dengan kondisi alam.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Sejumlah kawasan pertanian di Kabupaten Gunungkidul mulai 'menambal sulam' lahan pertanian mereka, mengingat saat ini mulai terjadi peningkatkan curah hujan.

Seperti diungkapkan oleh Camat Tepus, Sukamto. Ia menerangkan meski telah memasuki musim penghujan, hujan belum turun secara merata di Gunungkidul. Kecamatan Tepus sendiri pernah mengalami sepuluh hari berturut-turut tidak mendapatkan hujan sama sekali, sehingga menyebabkan sebagian besar dari lahan warga mengalami kekeringan dan menyebabkan tanaman padi mati.

"Beberapa hari belakangan sudah turun hujan deras, kami berharap lahan bisa pulih dan tumbuh kembali. Kami mengimbau kepada petani agar padi yang mati untuk 'disulami' karena matinya tanaman tidak sampai pada seluruh lahan yang mereka garap, semoga masih bisa diselamatkan," tuturnya, Kamis (21/1/2016).

Sukamto menyebutkan daerah pertanian yang sempat mengalami kekeringan yakni di Desa Tepus, dan sebagian Desa Sumberwungu. Sementara sebagian lain Desa Sumberwungu, Giripanggung, Purwodadi dalam kondisi normal.

"Giripanggung dan Purwodadi sudah hujan lebih dahulu, jadi mereka bisa menanam lebih dahulu, ketika sempat tak ada hujan turun tanaman mereka lebih kuat. Kalau Sumberwungu dan Tepus itu terakhir dapat hujan, jadi tanaman padi masih lemah, maka mudah mati dalam kondisi kurang air," terangnya.

Sementara itu salah satu petani di Kecamatan  Wonosari, Sabariyanto mengatakan, sejak hujan yang belum merata, banyak tanaman milik petani yang mati mengering. Namun setelah beberapa hari turun hujan, ia dan petani yang lain sudah mulai kembali menggarap lahan pertanian sejak Selasa (19/1/2016) lalu.

"Dengan curah hujan seperti ini, kami berharap padi di lahan bisa tumbuh dengan baik, dan bisa panen," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis