ORMAS GAFATAR : Eks Gafatar akan Dikarantina, Kunjungan Keluarga Dibatasi

Sabtu, 23 Januari 2016 17:54 WIB
ORMAS GAFATAR : Eks Gafatar akan Dikarantina, Kunjungan Keluarga Dibatasi

Sejumlah warga eks-Gafatar meninggalkan permukiman mereka yang dibakar massa saat hendak dievakuasi dari kawasan Monton Panjang, Dusun Pangsuma, Desa Antibar, Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalbar, Selasa (19/1/2016). Permukiman di lahan seluas 43 hektar tersebut dibakar sejumlah oknum masyarakat sebelum 796 warga eks-Gafatar berhasil dievakuasi pemda setempat. (JIBI/Solopos/Antara /Jessica Helena Wuysang)

Ormas Gafatar, anggotanya akan dipulangkan ke Jogja Jumat mendatang

Harianjogja.com, JOGJA- 271 warga DIY eks Gafatar diperkirakan tiba di DIY Jumat mendatang. Pengamanan ketat dan jam bezuk akan diterapkan selama masa karantina di Youth Center Sleman.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemda DIY Sulistyo mengungkapkan selama di karantina akses keluarga korban juga dibatasi. Dia memahami keluarga ingin segera bertemu anggota  keluarga yang menghilang. Namun menurutnya diperlukan waktu sampai mereka siap kembali ke keluarga dan masyarakat.

"Ini sebagai bentuk tanggungjawab Pemda. Kalau mereka hilang lagi kan nanti susah, makanya akan ada jam berkunjung bagi keluarga," kata dia, Sabtu (23/1/2016).

Sulis menambahkan selama proses karantina mereka akan didampingi pemuka agama, psikolog dan pendampingan hukum. Diharapkan selepas masa karantina pemikiran mereka dapat kembali terbuka seperti sediakala.

Sementara Kepala Dinas Sosial DIY Untung Sukaryadi mengatakan pihaknya sudah menyiapkan berbagai fasilitas di Youth Center untuk menerima para eks Gafatar.

Fasilitas itu meliputi ruang tidur, kamar mandi, serta pasokan logistik. Dia menjamin selama masa karantina para warga eks Gafatar akan dilindungi dengan baik, termasuk untuk pemenuhan layanan kesehatan dan perbaikan gizi.

"Semua sudah disiapkan, kami siap menampung. Selanjutnya tinggal berkoordinasi saja dengan Kesbanglinmas," tutur dia.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglibmas)  Agung Supriyanto Sabtu (23/1/2016) mengatakan sebanyak 271 warga DIY itu diberangkatkan dengan KRI Gilimanuk dari Pontianak kemarin sore.

Rombongan itu terdiri dari 66 warga kota Jogja 66, 80 warga Bantul, 24 warga Gunungkidul, 3 warga kulonprogo dan 98 warga Sleman.

Mereka berangkat bersama sekitar 350 eks Gafatar dari provinsi Jawa Tengah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online