PERTANIAN GUNUNGKIDUL : Hujan Deras, Sawah Tergenang

Minggu, 24 Januari 2016 16:20 WIB
PERTANIAN GUNUNGKIDUL : Hujan Deras, Sawah Tergenang

Lantingah sedang menanami ulang padi di sawahnya di Dusun Karangasem, Desa Mulo, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul yang tergenang air sejak hujan deras mengguyur Wonosari kemarin sore,Jumat (22/1). Foto diambil Sabtu (23/1/2016) (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)

Pertanian Gunungkidul sempat mengalami gangguan.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-- Hujan lebat pada Jumat sore (22/1/2016) kemarin menyisakan kerugian bagi sejumlah petani di Wonosari. Salah satunya Lantingah. sejumlah petak sawahnya di Dusun Karangasem, Desa Mulo, Kecamatan Wonosari, terendam air setinggi mata kaki orang dewasa, Sabtu (23/1/2016).

Sawahnya tersebut memang sudah langganan tergenang air. Seharusnya, dalam setahun ia dapat panen padi sebanyak dua kali. Namun kali ini ia memperkirakan hanya dapat sekali panen saja.

“Biasanya setiap enam bulan sudah bisa dipanen. Sayangnya kali ini jadwal panennya mundur,” kata Lantingah.

Hal tersebut jelas merugikan dirinya dan beberapa petani lain yang bernasib sama. Pasalnya, mereka harus menanam ulang tumbuhan padi yang sudah berumur satu bulan lima hari tersebut.

“Tidak hanya rugi, tapi sangat rugi. Rugi waktu,tenaga, dan biaya,” lanjutnya.

Jika ditaksir kerugian yang ia rasakan akan sampai berates-ratus ribu. Mengingat harga perlengkapan untuk menanam padi cukup mahal baginya. Namun Lantingah agak menyimpan kecewa, karena beberapa waktu lalu petugas kecamatan memberikan bantuan bibit serta pupuk secara cuma-cuma. Hal tersebut dinilai sangat membantu untuk kegiatan bertani.

Hujan deras yang mengguyur sebagian daerah di Gunungkidul kemarin sore tak hanya merusak tanaman padi milik Lantingah, namun juga salah satu jembatan pengairan sawah yang berada sekitar tiga meter di dekat sawahnya ambrol. Dikhawatirkan nanti air akan menguap ke sawah, maka ia membuat semacam tegalan sederhana agar air tak mengaliri sawahya lebih banyak lagi.

“Gara-gara hujan deres sekali kemarin sore, jadi ambrol begitu,” katanya saat disambangi Harianjogja.com.

Menjadi petani susahj-susah gampang. Menanam pada saat musim kemarau akan membuat tanaman kering. Sedangkan pada musim penghujan, justru membuat banjir dan berujung dengan menunda panen.

Terkait dengan hujan deras yang mengguyur Gunungkidul, Koordinator Stasiun Klimatologi dan Radar Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Joko Budiono, beberapa waktu lalu mengungkapkan puncak penghujan memang jatuh pada Januari hingga Februari. Hujan akan sering terjadi di beberapa daerah dataran tindefggi di Jogja. Salah satunya yakni Gunungkidul. Potensi hujan untuk daerah Gunungkidul disebabkan pola angin yang berubah-ubah atau dinamis.

“Gunungkidul dan Sleman merupakan dataran tinggi, sehingga dapat mengangkat udara ke atas dengan cepat untuk membentuk uap air dan menjadi hujan,” kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online