Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp242 Miliar
Harga daging sapi di Kulonprogo bertahan tinggi, sehingga penjualan turun
Harianjogja.com, KULONPROGO-Harga daging sapi cenderung stabil tinggi di angka Rp115.000 per kilogram (kg). Permintaan konsumen menjadi turun sehingga meresahkan pedagang.
Pantauan di Pasar Wates, Kulonprogo, Senin (25/1/2016), kondisi tersebut telah berlangsung sejak Natal tahun lalu. Sebelumnya, harga daging sapi cukup lama berada di kisaran Rp100.000 hingga Rp105.000 per kg. Kenaikan harga diduga terjadi karena stok daging menipis.
“Mau natal itu naik jadi Rp115.000 lalu stabil terus sampai sekarang,” ungkap seorang pedagang daging sapi, Milah.
Milah mengaku mendapatkan stok daging dari sebuah rumah pemotongan hewan (RPH) di Purworejo. Dia mengatakan, kenaikan harga juga terjadi pada daging sapi kualitas kedua, yaitu dari rata-rata di bawah Rp100.000 menjadi Rp110.000 per kg.
Akibatnya, permintaan konsumen menurun. “Sekarang 10 kg saja belum tentu habis sehari. Dulu bisa 15-20 kg,” kata perempuan 60 tahun itu.
Pedagang daging sapi lainnya, Yuli, mematok harga yang sedikit lebih miring, yaitu Rp110.000. Menurutnya, dia masih bisa menekan biaya produksi karena stok daging hanya didatangkan dari wilayah Bantul. Meski begitu, harga memang belum bisa turun lagi sejak Natal lalu. Namun, angka penjualan hariannya terbilang cukup stabil, yaitu sekitar 70 kg.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panglima TNI Agus Subiyanto meminta alumni SMA Taruna Nusantara menjadi generasi adaptif, berkarakter, dan berintegritas menuju Indonesia Emas 2045.
Pakar UMY mengungkap blackout Sumatra bukan sekadar gangguan transmisi, tetapi menunjukkan lemahnya ketahanan sistem kelistrikan dan proteksi jaringan.
SpaceX meluncurkan 29 satelit Starlink baru sehingga total satelit aktif melampaui 10.400 unit untuk memperluas layanan internet global.
Ombudsman RI mendorong sistem terpadu antarkementerian untuk pengawasan TKA dan pencegahan TPPO agar pengawasan lebih efektif.
Tribute to Erros Djarot di Java Jazz Festival 2026 menghadirkan musisi lintas generasi yang membawakan karya-karya legendaris sang maestro.