Penjual Tanaman Hias di Jalan Kebun Raya Bingung Cari Lokasi Pindah

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Kamis, 28 Januari 2016 00:20 WIB
Penjual Tanaman Hias di Jalan Kebun Raya Bingung Cari Lokasi Pindah

Penjual tanaman hias di Jalan Kebun Raya, Rejowinangun, Kotagede, Jogja. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)

Penjual tanaman hias di Jalan Kebun Raya Kotagede Jogja bingung mencari lokasi untuk pindah

Harianjogja.com, JOGJA- Deretan tanaman hias tertata rapi di sisi Jalan Kebun Raya, Rejowinangun, Kotagede, Jogja. Namun, keindahan deretan tanaman di lokasi tersebut nampaknya tidak akan lama, karena harus segera dipindah seiring dengan rencana pelebaran jalan.

Santoso, 54, tengah sibuk menata tanaman supaya rapi, Selasa (26/1/2016). Rumput liar yang mulai tumbuh disekitar tanamannya dengan apik ia cabuti satu per satu. Sesekali pria bertubuh gempal itu menyapa setiap pengendara yang berhenti dan menghampiri area petak yang dipenuhi tanaman hias miliknya.

Ada yang langsung membeli, lalu membawanya pulang tanaman hias dan pohon buah. Namun ada juga yang hanya sekadar bertanya-tanya harga dan jenis tanaman sampai berkonsultasi soal pupuk. "Ya sudah biasa, kadang sehari tidak ada yang beli," ucapnya.

Namun hal sudah menjadi resiko jualan. Meski tidak ada yang membeli tanamannya, setiap hari ia menjaga dan merawat semua tanaman hias yang dijejer di area seluas sekitar 3x5 meter persegi di sisi barat Jalan Kebun Raya itu.

Baginya merawat tanaman hias sudah menjadi hobi sejak kecil. Ia merupakan alumni Institut Pertanian Stiper (Instiper) Jogja. Santoso sudah sejak 20 tahun lalu memanfaatkan lahan milik negara untuk menjajakan tanaman hias.

Ayah dari dua anak ini sengaja menempati lahan sisi barat Jalan Kebun Raya karena saat itu masih kosong. Selain itu, lokasi tersebut juga tidak jauh dari rumahnya di Rejowinangun, Kotagede.

Selama ini stok tanaman yang dijualnya berasal dari relasi dagangnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun, terkadang ada juga warga yang hanya menjual satu atau dua tanaman kepadanya, kemudian dia beli untuk dijual kembali.

Santoso merupakan salah satu dari 18 penjual tanaman hias, pupuk, dan pot bunga di sepanjang Jalan Kebun Raya. Namun hanya 12 penjual yang menempati sisi barat jalan, termasuk Santoso. Mereka terancam tergusur dari tempat jualannya karena akan dibangun jalan.

Rencana pelebaran jalan, pengadaan trotoar dan pembuatan saluran drainase di kedua sisi Jalan Kebun Raya oleh Pemerintah Kota Jogja, akan dimulai tahapannya pada Maret mendatang. Namun, lebih kurang dua bulan rencana pelebaran jalan direalisasikan, para penjual tanaman hias belum mendapat pemberitahuan dari pemerintah.

"Sampai sekarang kami belum dapat pemberitahuan atau semacam sosialisasi," ujar Santoso.

Santoso mengaku mendukung proyek pemerintah karena ia menyadari menempati lahan yang bukan miliknya. Ia juga mengakui selama berjualan tidak membayar pajak. Hanya, ia berharap pengertian dari pemerintah untuk mencarikan lokasi lain.

Ia mengatakan waktu dua bulan sangat singkat untuk mencari lokasi berjualan yang baru. Santoso belum memiliki gambaran kemana akan berpindah jualan. "Bingung juga mau pindah kemana," ungkapnya.

Mei Lestari, penjual tanaman hias yang masih satu deretan dengan Santoso juga mengaku belum mengetahui adanya rencana pelebaran jalan. Namun, dirinya tidak bisa berbuat banyak karena mengakui menempati lahan milik negara.

Ia mengatakan selama ini aktifitas jualan selalu mendapat dukungan dari Kelurahan Rejowinangun, maupun pemerintah kecamatan, terlebih lokasi tersebut saat ini juga ada kegiatan pasar minggu, ikut membantu meramaikan suasana pasar.

Mei mengaku lahan yang digunakan untuk jualan tanaman hiasnya awalnya yang mengelola ayahnya sejak 25 tahun lalu. "Kalau terpaksa harus pindah ya mau bagaimana lagi, itu tanah pemerintah," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online