Di Bantul, 4 Jenis Barang Ini Dipantau
<p><em>Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, melakukan pemantauan stok kebutuhan pokok dengan fokus pada empat komoditas</em></p>
Ilustrasi telur (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Harga kebutuhan pokok telur masih tinggi.
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop UMKM) memprediksikan tingginya harga telur ayam di daerah itu disebabkan menurunnya produksi jagung sebagai bahan pakan ternak.
Harga telur ayam kenaikannya dipengaruhi persoalan pakan dengan bahan baku jagung, kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop dan UMKM DIY Eko Witoyo, seperti dikutip dari Antara, Minggu (7/2/2015).
Ia mengatakan berdasarkan hasil pemantauan pada 5 Februari 2016 harga telur ayam broiler di beberapa pasar induk di Yogyakarta masih berkisar Rp21.833 per kilogram atau mengalami penurunan dari Januari 2016 yang sebelumnya masih berkisar Rp22.847 per kg.
Meski demikian, kata Eko, rata-rata harga tersebut masih tergolong tinggi dibandingkan kondisi normal selama 2015 yang masih mencapai Rp18.000 per kg.
Kebutuhan masyarakat DIY terhadap telur ayam mencapai 51 ton per hari, 30 persen di antaranya dipasok dari daerah lain seperti Jawa Tengah.
Sementara itu, untuk harga jagung pipilan kering sebagai bahan pakan ternak ayam di pasaran saat ini mencapai Rp5.833 per kg, bahkan pernah mencapai Rp7.000 per kg. Harga itu naik dari kondisi normal yang biasanya berkisar Rp4.000 per kg.
"Petani jagung di Bantul banyak yang tidak panen, sehingga kini banyak mengambil dari luar," kata dia.
Oleh sebab itu, menurut dia, saat ini Disperindagkop DIY masih menunggu Bulog DIY menjalankan fungsi barunya sebagai stabilisator 11 komoditas utama termasuk jagung.
"Kami berharap Bulog nanti dapat menormalkan kembali harga jagung," kata dia.
Selain persoalan pakan, menurut dia, tingginya harga telur juga kemungkinan dipengaruhi anomali atau penyimpangan cuaca.
Kondisi cuaca yang tidak menentu, menurut dia, mempengaruhi produktivitas ayam petelur.
"Kondisi cuaca panas lalu hujan secara tidak menentu memicu ayam ternak sulit bertelur," kata dia.
Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional DIY Sugit Tedjo Mulyono mengatakan siap menjalankan fungsi sebagai stabilisator 11 komoditas strategis yaitu beras, jagung, kedelai, daging sapi, daging ayam, gula, telur, cabai, bawang, terigu dan minyak goreng.
Meski demikian, menurut dia, hingga saat ini untuk Bulog DIY belum ditunjuk oleh Bulog pusat guna menjalankan fungsi tersebut.
"Meski untuk DIY belum ada tugas khusus, tapi kami sudah mempelajari kebutuhan infrastrukturnya dengan baik," kata dia.
Untuk saat ini, kata Sugit program pemenuhan 11 komoditas itu telah dijalankan oleh Bulog di tiga provinsi yang paling membutuhkan pasokan komoditas tersebut yaitu Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
"Tiga provinsi itu dipilih karena benar-benar sedang mengalami lonjakan harga komoditas," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
<p><em>Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, melakukan pemantauan stok kebutuhan pokok dengan fokus pada empat komoditas</em></p>
Jadwal SIM keliling Gunungkidul Mei 2026 lengkap dengan SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, dan layanan malam. Cek lokasi dan syarat perpanjangan SIM.
Ratu Oceania Raya menggelar kegiatan Disney Day 2026 sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia
Jadwal SIM keliling Bantul Mei 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta tips hindari antrean.
Rute Trans Jogja 2026 lengkap dengan tarif terbaru dan sistem pembayaran digital. Praktis, murah, dan terhubung ke seluruh Jogja.
Jadwal pemadaman listrik Jogja 16 Mei 2026 di Sleman, Kota Jogja, dan Gunungkidul. Cek lokasi terdampak dan tips antisipasi.