Rendah Hati, Probosutedjo Suka Bangun Pagar
Seniman melukis bersama dilakukan oleh di Kulonprogo dengan media lukis berupa dinding mobil VW
Harianjogja.com, KULONPROGO- Sejumlah seniman Kulonprogo berkumpul dengan rekan sejawat dalam acara bertajuk Ngunduh Konco. Dalam acara ini, sejumlah seniman menjadikan badan mobil VW untuk menyalurkan kreasinya dalam berbagai warna.
Sejumlah seniman asal Kulonprogo dan DIY berkumpul dalam acara melukis bersama di Omah Serut, Jl. Wates km 16, Sentolo, Kulonprogo. Acara ini sendiri merupakan ajang silaturahmi para seniman yang sebelumnya cenderung melakukan kerja seninya secara terpisah.
Dalam acara ini disediakan sejumlah kanvas bagi para seniman untuk kemudian dilukis sepanjang pelaksanaan acara. Menariknya, para seniman ini melukis sambil menari diiringi oleh musik. Tak hanya kanvas, badan mobil VW Combi yang berada di tengah area acara juga tak luput menjadi kanvas sejumlah seniman ini.
Acara yang digelar di serambi Omah Serut ini sekaligus menjadi satu alternatif bagi para seniman yang biasanya cenderung melukis di dalam ruangan. Djoko Pekik, salah satu seniman yang hadir dalam gelaran tersebut menyatakan bahwa acara ini merupakan cara untuk berkomunikasi dengan sesama seniman.
“Karya seni termasuk bahasa komunikasi, ini adalah cara di mana melukis itu hasilnya bisa dicerna oleh publik,” ujarnya di sela-sela acara.
Koordinator acara, Agung Menoreh menyatakan bahwa acra ini ditujukan sebagai ajang mempertemukan rekan sesama seniman. Harapannya, acara ini akan mampu mendatang ide baru dari hasil diskusi yang terjadi selama acara. Menurutnya, selama ini seniman cenderung mengerjakan karyanya secara terpisah maka kegiatan melukis bersama ini bisa menjadi satu alternatif kegiatan yang baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.