Rendah Hati, Probosutedjo Suka Bangun Pagar
Petugas Polsek Samigaluh dan Pemerintah Desa Pagerharjo meninjau kawasan jembatan ambrol di Dusun Sarigono, Desa Pagerharjo, Samigaluh Kulonprogo, Jumat (24/4/2015). (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja)
Infrastruktur Kulonprogo di bagian pegunungan masih kurang diperhatikan
Harianjogja.com, KULONPROGO- Sebagai pengganti Jembatan Sarigono yang ambrol pada pertengahan April 2015 lalu, warga kini menggunakan jembatan bambu untuk menyeberang. Hingga kini, belum jelas kapan akan dilakukan pada jembatan yang merupakan penghubung bagi tiga kabupaten ini.
Kepala Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo, Widayat menyatakan bahwa hingga kini warga masih harus puas dengan jembatan darurat yang terbuat dari bambu sebagai pengganti Jembatan Sarigono.
Ia juga menyebutkan bahwa telah menanyakan kelanjutan pembangunan jembatan tersebut langsung kepada Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo.
“Pak bupati bilang sedang dibicarakan ke provinsi, mungkin mohon izin atau dana,” ujarnya pada Minggu [14/2/2016]. Ia mengungkapkan bahwa telah menyampaikan mengenai permasalahan jembatan ini kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo namun juga belum mendapat respon berarti.
Widayat menyebutkan bahwa pihaknya mendapat kabar bahwa kini pembangunan mengenai jembatan tersebut saat ini sedang diajukan kepada pemerintah provinsi. Meski demikian, ia menyatakan belum mengetahun jumlah dana yang dianggarkan untuk perbaikan jembatan penghubung Dusun Sarigono dan Dusun Jogolawang ini. Ia berharap perbaikan jembatan tersebut bisa segera dilakukan menimbang fungsinya yang cukup vital bagi warga sekitar.
Karena sifatnya yang belum permanen, jembatan ini kini hanya bisa dilalui oleh pengendara roda dua dan pejalan kaki. Namun, para pengendara sepeda motor umumnya lebih memilih menyeberang dengan cara mendorong kendaraannya. Warga setempat yang biasanya membawa hasil bumi berupa pisang dan singkong juga tetap melewati jembatan ini meski harus lebih berhati-hati.
Sebelumnya, Jembatan Sarigono juga sering dilewati oleh berbagai kendaraan berat lainnya karena menyambungkan tiga kabupaten yakni Kabupaten Purworejo, Magelang, dan Kulonprogo. Kini, para pengendara tersebut harus memutar jauh ke selatan melalui Sedayu karena keterbatasan kemampuan jembatan darurat tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.