Baterai Seng-Yodium Bisa Ngecas 3 Menit, Tahan 60.000 Kali
Peneliti Australia mengembangkan baterai seng-yodium yang bisa terisi tiga menit dan mencapai 60.000 siklus pengisian.
Ilustrasi bahan pangan (Google/ deptan.go.id)
Ketahanan pangan di DIY dialami puluhan desa.
Harianjogja.com, JOGJA -- 20 Desa di DIY berada dalam kondisi rawan pangan. Rendahnya daya beli masyarakat serta akses yang belum terdukung dengan baik diperkirakan menjadi faktor penyebab kondisi itu.
Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) DIY Arofa Noor Indriani Senin (15/2/2016) mengatakan berdasarkan data yang mereka himpun Kulonprogo menjadi daerah dengan jumlah desa rawan pangan tertinggi di DIY dengan sembilan desa rawan kekurangan pangan. Jumlah itu diikuti Gunungkidul dengan tujuh desa, tiga desa di Bantul dan satu desa di Kota Jogja.
"Sleman tidak ada satupun desa yang tergolong rawan kekurangan pangan," ungkapnya.
Arofa mengatakan pihaknya menggunakan tiga indikator dalam menentukan desa rawan pangan. Ketiganya adalah ketersediaan pangan, daya beli masyarakat terhadap komoditas pangan pokok serta kemampuan mengakses bahan pangan yang baik.
Ketiga indikator itu sekaligus menjadi faktor penyebab suatu daerah berada dalam kondisi rawan kekurangan pangan. Baik karena daya beli masyarakat yang rendah karena faktor kemiskinan, kesulitan akses untuk mendapatkan bahan pangan berkualitas maupun tidak ada sumber pangan lokal yang bisa menunjang kebutuhan warga setempat.
Untuk mengatasi hal itu, Arofa menjelaskan BKPP DIY sudah menyiapkan cadangan pangan berupa beras sebanyak 191 ton yang dititipkan di Bulog. Cadangan itu akan didistribusikan dalam kondisi darurat terhadap desa yang mengalami kekurangan pangan.
Sebagai tambahan, pihaknya juga masih memiliki cadangan lumbung masyarakat sebanyak 17 ribu ton. Berbeda dengan cadangan di Bulog, cadangan di lumbung masyarakat adalah cadangan makanan yang bisa diperjualbelikan dan berada baik di pedagang, masyarakat maupun Pemda DIY.
"Kami juga mengembangkan LAPM (Lembaga Akses Pangan Masyarakat) agar harga komoditas pangan pokok di pelosok sama dengan di sentra. Itu terobosan kami untuk mengentaskan desa rawan pangan di DIY," tambah Arofa.
Terpisah, Kepala Biro Pusat Statistik (BPS) DIY Bambang Kristianto mengatakan komoditi pangan sejauh ini jauh lebih berperan terhadap garis kemiskinan ketimbang komoditas non pangan. Sampai September 2015, angka garis kemiskinan makanan DIY turun menjadi 70,87% ketimbang 2014 sebesar 71,42%.
Menurunnya garis kemiskinan makanan itu berpengaruh terhadap berkurangnya desa rawan pangan yang ditetapkan BKPP DIY. 2014 lalu DKPP DIY menetapkan 26 desa rawan pangan. Jumlah itu jauh berkurang ketimbang data 2013 dimana terdapat 62 desa rawan pangan di DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peneliti Australia mengembangkan baterai seng-yodium yang bisa terisi tiga menit dan mencapai 60.000 siklus pengisian.
Reuters dan CNA menyoroti dampak karhutla Indonesia. Sebanyak 1,4 juta siswa belajar dari rumah, sembilan taman nasional ditutup, dan kabut asap meluas.
Ahmed Al Kaf resmi pensiun setelah 20 tahun menjadi wasit. Pengadil asal Oman itu dikenang publik Indonesia karena laga kontroversial Bahrain vs Timnas Indonesi
Harga RAM, SSD, dan GPU naik akibat permintaan AI. Masihkah merakit PC sendiri lebih murah dibanding membeli PC jadi pada 2026? Simak analisis lengkapnya.
Elkan Baggott tampil sebagai starter saat Millwall kalah telak 0-3 dari Wrexham di Championship. Kekalahan ini menjadi yang kedua secara beruntun bagi Millwall.
iPhone Ultra dikabarkan tetap membawa MagSafe meski bodinya hanya 4,5 mm saat dibuka. Simak bocoran layar, kamera, Touch ID, harga dan jadwal rilis.