Persis Solo Tumbang 0-2 dari Kendal Tornado FC di Manahan
Persis Solo kalah 0-2 dari Kendal Tornado FC di Stadion Manahan. Patrick Cruz dan Ousmane Maiket mencetak gol untuk tim tamu.
Ilustrasi bandar udara (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Bandara Kulonprogo, calon investor asing kembali datang.
Harianjogja.com, JOGJA- Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah DIY Gatot Saptadi mengatakan Bandara Kulonprogo merupakan salah satu peluang pengembangan infrastruktur. Pembicaraan dalam pertemuan itu pun berkisar sekitar rencana investasi Ceko di bidang transportasi dan infrastruktur.
“Saat ini yang sedang berpeluang dikembangkan setelah bandara ya kereta api,” tutur Gatot, Senin (22/2/2016).
Menanggapi sikap DIY atas tawaran itu, Gatot menuturkan pihak Pemda DIY belum melakukan pembahasan sampai disitu. Pertemuan kemarin dinilainya merupakan penawaran awal. Selanjutnya tinggal Pemda DIY yang menentukan apakah mau menangkap tawaran itu atau tidak.
Mantan Penjabat Bupati Sleman ini menambahkan pada dasarnya DIY membuka peluang untuk bekerja sama. Terlebih selain bandara saat ini mereka juga tengah menyiapkan sarana pendukung seperti jalur jalan darat dan jalur kereta api.
“Banyak sekali peluang yang bisa dibahas, tapi memang belum sampai kesitu bahasannya,” imbuh dia.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Haryanta mengatakan sejauh ini Dishub sudah menyiapkan jalur akses ke area bandara baru yang targetnya selesai 2019. Jalur itu berupa Jalan Jalur Lintas Selatan dan jalan Nasional. Yang terbaru, mereka juga sudah membahas dengan Kementerian Perhubungan terkait rencana pembangunan jalur rel dari Stasiun Kedundang di Temon, Kulonprogo sampai lokasi Bandara baru.
Sebagai langkah awal proyek itu, Sigit menjelaskan mereka akan memfokuskan untuk membenahi jalur kereta Prameks jurusan Solo-Kutoarjo terlebih dahulu. 2016 ini mereka menargetkan melaukan elektrifikasi kereta dengan mengganti kereta diesel menjadi kereta listrik untuk armada kereta lokal.
Rencananya penggantian kereta akan dilakukan secara bertahap hingga 2019.
“Di saat yang bersamaan kami juga sedang menyiapkan jalur dari Kedundang-Bandara yang juga menggunakan kereta listrik, jadi nanti akan nyambung,” kata dia.
Bila elektrifikasi selesai, selambatnya 2019 nanti kereta lokal sudah akan menggunakan listrik sebagai tenaga penggerak. Berbagai sarana pendukung seperti jaringan struktur dan stasiun akan dibangun sembari proses penggantian dilakukan.
“Sekarang KAI sedang melakukan DED (detail engineering design) dan BED (basic engineering design) dari Kedundang ke bandara,” imbuh Sigit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persis Solo kalah 0-2 dari Kendal Tornado FC di Stadion Manahan. Patrick Cruz dan Ousmane Maiket mencetak gol untuk tim tamu.
Amnesty International mendesak negara-negara menentang sanksi AS terhadap ICC demi menjaga akuntabilitas dan keadilan internasional.
Presiden ICAO mengapresiasi keselamatan penerbangan Indonesia. Skor audit mencapai 78,85%, di atas rata-rata global 70,6%.
Kejagung mengungkap kerugian negara Rp863,84 miliar dalam dugaan korupsi pengadaan motor listrik BGN yang melibatkan lima tersangka.
Mario Suryo Aji mengevaluasi gaya membalap setelah kecelakaan di Tikungan 1 dan bersiap menghadapi Q1 Moto2 GP Indonesia 2026.
Menhub Dudy Purwagandhi meminta aplikator ojol mengawasi perawatan kendaraan. Pengaduan wajib ditanggapi maksimal tujuh hari