OPINI: Muruah sebagai Fondasi Kehidupan Kampus yang Bermartabat
Perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berkarakter, berintegritas.
Makam raja di Imogiri mengalami kerusakan.
Harianjogja.com, JOGJA-Rayi Dalem Kraton Yogyakarta GBPH Yudhaningrat membenarkan kabar keretakan di tembok baru makam Imogiri. Menurut dia hal itu terjadi karena tanah urug yang masih belum betul-betul padat saat pembangunan dilakukan.
Gusti Yudha mengatakan meskipun kerusakan itu terjadi di bangunan milik Kraton, penanggugjawab proyek perluasan makam itu adalah Dinas Kebudayaan DIY sehingga Kraton akan menyerahkan sepenuhnya proses pembenahan ke Disbud dan kontraktor yang mendapatkan amanat.
“Yang rusak yang baru to? Kalau itu sudah ditangani Disbud. Lagipula kan masih masa pemeliharaan,” kata dia, Selasa (23/2/2016).
Kompleks perluasan kompleks makam seluas 55x55 meter itu dilakukan di sisi timur kompleks makam yang menjad Benda Cagar Budaya itu. Perluasan dilakukan dengan memapas gunung. Di kompleks perluasan, dibangun tiga fasilitas maka yang terdiri dari pencaosan (ruang tunggu), parkir dan ruang inti pemakaman.
Rencananya, pembangunan perluasan makam ini masih akan dilanjutkan dengan membangun akses mengitari areal makam. Fasilitas itu sebagai penunjang bagi wisatawan dan peziarah yang ingin melakukan ritual mubeng beteng makam maupun sekadar berjalan ebrkeliling makam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berkarakter, berintegritas.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Kenduri Jenang Suran di Pringgokusuman kembali digelar sebagai tradisi syukur Tahun Baru Jawa sekaligus upaya melestarikan budaya Kota Jogja.
Mahasiswa UGM menjalankan KKN di Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah, dengan program digitalisasi desa, pengembangan wisata, dan olahan sirup mangrove.
Dosen UMY mengungkap penyebab masyarakat sulit menabung. Gaya hidup konsumtif, minim target keuangan, dan lemahnya dana darurat menjadi faktor utama.
Gempa magnitudo 4,4 mengguncang Sigi, Sulawesi Tengah. BMKG mencatat sudah terjadi 1.374 gempa susulan pascagempa M 6,7.