Nasabah Bersaldo Jumbo di DIY Bertambah
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
Pungutan sekolah terjadi di sebuah SMP di Bantul.
Harianjogja.com, BANTUL-Meski telah mendapatkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten, SMP Negeri 1 Sewon tetap melakukan pungutan terhadap siswanya.
Dari penelusuran yang dilakukan Harianjogja.com ke beberapa orang tua siswa SMP N 1 Sewon, pihak sekolah yang berada di kawasan Jl. Parangtritis itu ternyata meminta uang sebesar Rp885.000 ke masing-masing orang tua siswa.
Salah satu orang tua siswa yang sengaja dirahasiakan identitasnya membenarkan adanya pungutan tersebut. Saat ditemui di rumahnya, Rabu (24/2/2016) lalu, ia mengaku diminta uang sumbangan pendidikan sebesar Rp885.000 oleh pihak sekolah saat rapat wali murid akhir tahun 2015 lalu.
Dalam rapat itu, pihak sekolah sempat mengedarkan selebaran yang isinya antara lain merupakan penjelasan program sekolah. Saat dicermati, pengeluaran untuk program itu ternyata tak sebanding dengan jumlah BOS yang menjadi jatah sekolah.
“Setelah dikurangi BOS, kekurangannya itu menjadi tanggung jawab kami [orang tua siswa],” katanya.
Sementara terkait sistem pembayarannya, pihak sekolah memang tak mematoknya secara pasti. Berbeda dengan setahun lalu, masing-masing orang tua siswa kini diberikan kebebasan untuk memilih berapa kali uang sumbangan pendidikan itu dibayar secara kredit.
“Kalau dulu, sumbangan pendidikan sebesar Rp750.000 dengan tempo cicilan yang malah ditentukan sekolah. Ketika itu, saya diberikan tempo menyicil sebanyak tiga kali,” cetusnya.
Akan tetapi, lantaran kesulitan keuangan, hingga kini ia pun belum merampungkan cicilan uang. Akibatnya, ia sungguh terkejut saat menerima buku rapor anaknya beberapa bulan lalu, pihak sekolah ternyata menagih kekurangan cicilan tersebut.
“Saya kaget ditagih. Tapi karena saya tak punya uang ya bagaimana lagi,” katanya.
Saat ia mencoba menanyakan perihal uang sumbangan pendidikan itu, pihak sekolah memang tak banyak memberikan penjelasan. Dikatakannya, pihak sekolah hanya mengatakan sumbangan pendidikan itu dimaksudkan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan SMP N 1 Sewon saja. Lantaran dana BOS yang diterima tak cukup untuk membiayai semua program, maka pihak sekolah pun merasa perlu untuk meminta bantuan orang tua siswa.
Padahal, menurut orang tua siswa itu, hingga kini pihak sekolah belum melakukan penambahan gedung baru untuk kegiatan belajar mengajar. Dikatakannya, pihak sekolah hanya melakukan renovasi-renovasi kecil saja di beberapa bagian gedung yang sudah ada.
“Jadi, uang dari orang tua murid itu untuk apa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
Wisatawan di Jogja masih terpusat di Malioboro. Dinpar Kota Jogja dorong kunjungan kampung wisata lewat Program Bule Mengajar.
Atletico Madrid menang 1-0 atas Girona di Liga Spanyol 2025/2026. Ademola Lookman mencetak gol kemenangan Los Colchoneros.
Prabowo menyerahkan alutsista TNI di Halim Perdanakusuma. Enam jet tempur Rafale jadi sorotan modernisasi TNI AU.
Alex Marquez mengalami patah tulang selangka dan retak leher usai kecelakaan hebat di MotoGP Catalunya 2026.
Jadwal pemadaman listrik Sleman hari ini berlangsung pukul 10.00–13.00 WIB. Berikut daftar dusun terdampak pemeliharaan PLN.