BANDARA KULONPROGO : Ini Kelebihan RSUD Wates untuk Layanan Internasional

Rabu, 02 Maret 2016 07:55 WIB
BANDARA KULONPROGO : Ini Kelebihan RSUD Wates untuk Layanan Internasional

Bandara Kulonprogo untuk fasilitas pelengkap segara disiapkan.

Harianjogja.com, JOGJA – Fasilitas penunjang Bandara Kulonprogo berupa pengembangan RSUD Wates menjadi Rumah Sakit Tipe B Pendidikan berstandar Internasional tengah dipersiapkan.

Dalam pembangunan itu, RSUD Wates nantinya akan dilengkapi helipad. Sementara fasiltias tambahan lain adalah pelayanan penyakit jantung secara cepat. Berbagai teknologi teranyar dalam pengobatan jantung dan ginjal rencananya akan menjadi fasilitas baru bagi RSUD itu.

“Selain itu kapasitas juga bertambah, sekarang ada 230 bed, nanti bisa sampai 300 bed,” kata dokter spesialis kandungan itu, Selasa (1/3/2016)

Hasto mengatakan peningkatan kualitas RSUD ini adalah bagian dari persiapan untuk mendukung proyek bandara baru. Bila bandara internasional jadi dibangun di Kulonprogo maka akan dibutuhkan fasilitas kesehatan yang memadai untuk berbagai tindakan kegawat daruratan.

Untuk renovasi RSUD itu, dibutuhkan biaya sebesar Rp250miliar. Jumlah itu belum termasuk alat-alat kedokteran penunjang operaisional RS. BIla dihitung dengan alat yang dibutuhkan, Hasto memperkirakan perlu RP350miliar agar RS baru itu bisa beroperasi maksimal.

“Itu yang tadi kami presentasikan kepada Gubernur sekaligus meminta dukungan pendanaan,” tutur Hasto.

Hasto berharap akan ada dukungan pembiayaan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah DIY masing-masing sebesar 40% dari kebutuhan pendanaan. Sisanya akan didanai oleh Pemkab Kulonprogo.

“Dengan Pemda DIY sudah ada kesepakatan, kalau untuk pusat haris dimintakan kesepakatan dengan kementerian Kesehatan,” imbuh dia.

Selain rumah sakit, Pemda DIY juga sudah menyiapkan berbagia fasilita pendukung. Salah satunya rencana pembangunan kota satelit tak jauh dari kawasan Bandara. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tavip Agus Rayanto sebelumnya sempat mengatakan rencana Pemda untuk mengembangkan kota satelit di selatan DIY.

Nantinya pekerja Bandara maupun warga lain bisa menempat kawasan yang dikembangkan sebagai kawasan pemukiman itu. Meskipun demikian, Tavip menerangkan rencana itu masih dalam tahap pembahasan sehingga belum ada detail lebih lanjut terkait lokasinya.

“Lokasinya belum ada, tapi rencana itu sudah ada,” kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online