PEMKAB BANTUL : Jumlah Penduduk Bantul Naik 5.000 Orang
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (JIBI/Harian Jogja/Dok.)
Pemkab Bantul didorong meningkatkan pertumbuhan ekonomi
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat jumlah penduduk di daerah ini selama 2015 bertambah sekitar 5.000 jiwa.
"Database perkembangan penduduk Bantul setahun terakhir bertambah sekitar 5.000 jiwa, dari 913.870 jiwa menjadi 919.440 jiwa pada akhir semester dua 2015," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Bantul Fenti Yusdayati di Bantul, seperti dikutip dari Antara, Rabu (2/3/3016).
Menurut dia, data pertumbuhan penduduk Bantul setahun terakhir tersebut merupakan laporan perkembangan kelahiran, kematian maupun mutasi penduduk dari setiap desa, dan bukan hasil pencatatan yang mengurus administrasi kependudukan seperti akta.
Ia mengatakan, penambahan penduduk Bantul mayoritas berasal dari jumlah kelahiran, dan meskipun ada kematian serta mutasi penduduk baik ke luar atau masuk jumlahnya tidak lebih banyak dari bayi lahir.
"Database kami menunjukkan mutasi penduduk masuk berjumlah 8.596 jiwa sementara yang ke luar berjumlah 8.112 jiwa. Sedangkan yang lahir berjumlah 11.450 jiwa dan meninggal dunia berjumlah 6.262 orang," katanya.
Fenti mengatakan, pergerakan penduduk baik masuk maupun ke luar biasanya terjadi pada waktu pendaftaran sekolah atau kenaikan kelas, sebab pada waktu itu banyak orang luar Bantul pindah Bantul, begitu juga sebaliknya.
"Pada bulan-bulan pendaftaran sekolah Mei-Juni dan Juli banyak terjadi mutasi penduduk, dan yang sudah ke luar Bantul biasanya akan masuk lagi, biarkan saja sperti itu karena kan mereka banyak kepentingan," katanya.
Menurut dia, selain karena kepentingan untuk sekolah, mutasi penduduk terutama ke luar Bantul dikarenakan diterima bekerja di luar daerah dan mengikuti program transmigrasi dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul.
Fenti juga mengatakan, database perkembangan penduduk Bantul tersebut juga menunjukkan jumlah angkatan kerja maupun angka pengangguran, meski begitu pihaknya tidak berwenang keluarkan data itu, karena ada di ranah Disnakertrans.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share