KAIN LOKAL : Produksi Kain Lokal Tak Konsisten, Desainer Pilih Kain Impor

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jum'at, 04 Maret 2016 20:55 WIB
KAIN LOKAL : Produksi Kain Lokal Tak Konsisten, Desainer Pilih Kain Impor

Kain lokal produksi perajin masih kurang konsisten baik jumlah maupun kualitas

Harianjogja.com, JOGJA-Desainer Indonesia dengan kepemilikan modal kuat banyak memilih mengimpor kain dari luar negeri daripada menyerap kain hasil karya pengrajin Indonesia. Penyebabnya, pasokan dari pengrajin lokal masih kurang dan hasil produk tidak konsisten.

Salah satu pendiri Asosiasi Perancang Pengusaha Muda Indonesia (APPMI) Pusat, Koos Arumdanie, menyampaikan hasil home industri biasanya antara satu kain dengan kain lainnya berbeda, baik dari segi corak maupun warna.

"Orang asing enggak mau seperti itu. Harus yang sama," kata dia saat ditemui usai mengukuhkan pengurus APPMI DIY di Neo Malioboro Hotel, Kamis (3/3/2016).

Hal ini terjadi karena masih ada pelaku usaha yang mengandalkan buatan tangan sehingga hasil produknya tidak seragam. Teknik seperti ini juga membuat hasil produk hanya terbatas dan tidak mampu mencetak dalam jumlah banyak.

Menurut perempuan 75 tahun ini, konsistensi produk home industri menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Termasuk memastikan hasil produk home industri ini layak dikonsumsi kalangan internasional atau tidak. "Perlu dipastikan luntur atau tidak supaya layak masuk department store," kata dia.

Untuk mengatasi hal ini APPMI terus mendorong pemerintah daerah memberikan pendidikan wirausaha kepada para pengrajin kain secara berkelanjutan. Dampak positifnya sebagai bekal menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean tahun ini.

Salah satu tantangan MEA bagi dunia fesyen adalah terjangan harga yang murah dari industri garmen Thailand. Harga murah yang masuk ke Indonesia berpotensi mematikan industri garmen di tanah air.

"Ini baru ekonomi ASEAN. Kalau besok pasifik, kita lebih parah lagi karena hubungan sama dunia barat," kata perempuan yang menjabat sebagai Konsolidator APPMI Pusat-Daerah ini. Oleh karena itu, pemerintah perlu memberikan penguatan pendidikan wirausaha di bidang fashion bagi para pelaku usaha di bidang tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online