Kebakaran Lahan Dekat Tol Semarang-Solo, 5 Mobil Damkar Dikerahkan
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Musim hujan mempengaruhi produksi pengrajin batu bata
Harianjogja.com, BANTUL- Cuaca yang tidak menentu merugikan para perajin batu bata di Banguntapan, Bantul. Batu bata setengah jadi terpaksa rusak karena terkena air hujan.
Salah seorang perajin batu bata di Dusun Banjardadap, Banguntapan, Bantul Temu Budi Wiyono mengatakan, batu bata rusak akibat terkena air hujan. Padahal ia sudah menutupi bata buatannya dengan plastik.
“Tapi kalau hujan deras tetap terkena air dan tetap rusak,” ungkap Temu Budi Wiyono, Kamis (10/3/2016).
Para perajin saat ini tetap membuat batu bata, karena mengira hujan jarang turun lantaran cuaca belakangan ini tidak menentu. Namun cuaca yang kadang panas dan diharapkan berguna untuk mengeringkan batu bata, tiba-tiba hujan. Padahal batu bata sudah terlanjur dijemur di lokasi produksi yang berada di luar bangunan.
Kondisi seperti ini menurutnya merugikan perajin. Biasanya perhari ia mampu memproduksi 500 buah batu bata, saat hujan hanya bisa membuat separuhnya.
“Kalau hujan paling hanya separuhnya 250 buah [produksi batu bata]. Itu saja pasti banyak yang rusak terkena air hujan, dan terpaksa harus saya buat ulang,” katanya lagi.
Selain volume produksi berkurang, proses pembuatan batu bata menjadi lebih lama. Biasanya ia memproduksi batu bata selama seminggu, kini mencapai dua hingga tiga minggu untuk jumlah yang sama.
Perajin batu bata lainnya Manthuk mengungkapkan, biasanya dalam waktu satu hari ia mampu menjual 5.000 buah batu bata. Saat ini untuk menjual batu bata sebanyak itu, lama produksinya tergantung cuaca.
“Karena proses pembuatan yang lama otomatis jumlah penjualan juga akan tersendat. Apa yang mau dijual jika batu batanya pada rusak kena hujan,” ujar Manthuk.
Hujan deras yang terjadi Kamis (10/3/2016) lalu, membuat sekitar 100 buah batu bata buatan Manthuk rusak.
“Ya seperti tadi saja, sampai siang hari sudah bisa membuat 300 biji, namun setelah hujan sore tadi saya lihat ada sekitar 100 biji batu bata rusak. Padahal batu bata yang sudah tercetak itu sudah ditutupi plastik yang cukup tebal,” lanjutnya.
Manthuk berencana mencari pekerjaan sampingan sembari menunggu cuaca membaik. Ia mengatakan tidak mau menyalahkan kondisi alam yang mengganggu usahanya. “Mungkin bertani juga bisa,” tutur lelaki paruh baya itu
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Prakiraan cuaca DIY hari ini, Sabtu 5 September 2026, didominasi berawan. Suhu tertinggi mencapai 33°C di Gunungkidul.
Hasil Stuttgart vs Koln berakhir 4-1. Stuttgart meraih kemenangan perdana di Liga Jerman setelah mencetak empat gol.
Jadwal SIM Gunungkidul Hari Ini Sabtu 5 September 2026 di Pasar Argosari pada malam hari
Hasil Como vs Genoa berakhir 4-1. Como bangkit setelah tertinggal dan kini memuncaki klasemen sementara Liga Italia.
Tren pernikahan 2026 mengarah pada konsep lebih personal, mulai dekorasi, busana, dokumentasi, hingga pengelolaan tamu.