Sragen Disebut Saudara Tua DIY, Ini Jejak Sejarahnya
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.
Ratusan pramuria mengikuti dialog terkait wacana penutupan Sarkem. Mereka berharap lokasi ini tak sampai ditutup. (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Penanganan Sarkem dikembalikan kepada tiap pihak terkait,
Harianjogja.com, JOGJA -- Warga Sosromenduran Gedongkiwo meminta Pemerintah bijak dan tidak gegabah melakukan penutupan di Pasar Kembang (Sarkem). Mereka juga meminta penghuni Sarkem untuk kooperatif agar lokalisasi itu tak sampai ditutup.
Salah satu warga di Sarkem, Betty menilai penutupan Sarkem bukanlah solusi karena hal seperti ini tak akan bisa dihapuskan sepenuhnya. Dia pun yakin pemerintah arif dalam menyikapi keberadaan Sarkem dan tak akan melakukan tindakan yang justru menyusahkan mereka. Apalagi seluruh warga yang bekerja di Sarkem sepenuhnya didasari tekad untuk bertahan hidup dan memberikan penghidupan yang lebih layak bagi keluarga dan anak-anak mereka.
(Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/03/14/penanganan-sarkem-warga-sebut-pemerintah-jangan-gegabah-menutup-ini-alasannya-700713">PENANGANAN SARKEM : Warga Sebut Pemerintah Jangan Gegabah Menutup, Ini Alasannya)
Meskipun demikian, Betty mengaku Sarkem tak sepenuhnya aman dari penutupan. Bila ditemukan kejadian luar biasa seperti wabah HIV/AIDS atau penyakit menular seksual lain di Sarkem, bukan tak mungkin pemerintah akhirnya akan menutup tempat kerja mereka.
Betty mengaku prihatin pasalnya kesadaran untuk memeriksakan diri dari para pramuria masih relatif minim. Padahal pemeriksaan dilakukan secara gratis untuk mengetahui keberadaan penyakit yang menjadi resiko pekerjaan mereka.
“Monggo, itu kepedulian njenengan, kalau semua takut disini ditutup maka periksalah. Saya enggak tahu kenapa banyak yang tidak mau, padahal itu masa depan kita juga. Lagipula kalau penyakitnya ketahuan dini kan solusinya lebih mudah,” ungkap dia, dalam pertemuan para pengelola losmen dan pramuria dengan pemerintah kota Jogja dan DPRD DIY di Balai RW 3 Sosrowijayan Kulon Senin (14/3/2016).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sragen disebut saudara tua DIY karena jejak Pangeran Mangkubumi. Muhibah Budaya 2026 perkuat koneksi sejarah dan budaya Mataram.
Penguasaan teknik prompting dinilai menjadi bekal penting bagi pelaku UMKM untuk memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) secara optimal.
Jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo Kamis 9 Juli 2026 lengkap. Cek jam keberangkatan terbaru dan tips agar tidak kehabisan tiket.
Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman, mendorong penguatan budaya membaca dan menulis di tengah derasnya arus informasi digital
FIFA selidiki dugaan rasis suporter Argentina ke iShowSpeed di Piala Dunia. Simak kronologi insiden dan kontroversi terbaru tim Tango di sini.
Sekda baru Kota Jogja, Budi Santosa Asrori, memprioritaskan pelaksanaan program RPJMD, penguatan tata kelola pemerintahan, dan penanganan isu strategis seperti