140 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Pencarian Diperluas
103 orang dievakuasi dari Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Laut Jawa. Sebanyak 140 orang masih dalam pencarian SAR.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Aliran banjir di sungai Code, Cokrodirjan, Yogyakarta, Rabu (22/04/2015) malam. Banjir menggenangi hampir di seluruh kampung di bantaran sungai Code di Yogyakarta.
Jogja banjir di Kali Winongo mengejutkan banyak pihak karena di luar dugaan
Harianjogja.com, JOGJA -- Terjadinya luapan air di Winongo dan Code diakui diluar perkiraan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY. Mereka pun berencana memperbaiki ulang sistem penanggulangan bencana yang ada saat ini.
Manajer Pusat Pengendalian dan Operasional BPBD DIY Danang Samsurizal mengatakan pihaknya kaget dengan terjadinya musibah banjir kemarin. Pasalnya berdasarkan data terakhir tentang perhitungan luas daerah tangkapan air dan curah hujan banjir mestinya tak terjadi.
“Saatnya kami berhitung lagi, tapi itu nanti akan menjadi tugas dari teman-teman Dinas Pekerjaan Umum untuk ngecek. Kami ngurusi saja bagaimana agar bila ada peristiwa tak ada korban,” kata Danang.
Sampai saat ini, pemetaan untuk wilayah rawan banjir di BPBD masih menggunakan data yang dibuat tahun 2013. Danang tak memungkiri ada kemungkinan perubahan luas daerah tangkapan yang bisa berpengaruh pada terjadinya banjir. Pihak BPBD pun saat ini sedang memperbarui pemetaan kawasan sungai di DIY untuk menghindari hal serupa berulang kembali.
Dalam banjir kemarin, BPBD DIY mencatat luapan air menyerang 16 titik di sepanjang aliran Winongo dan Code. Sleman menjadi kabupaten dengan dampak terbesar selama peristiwa kemarin dengan 10 titik terdampak banjir.
Banjir merendam 32 rumah dan merusak satu rumah. Sebanyak 15 kepala keluarga dan 64 jiwa warga terpaksa mengungsi. Selain itu banjir juga merusak tembok SD di Sinduadi serta menghanyurkan sebuah jembatan dan dua talut ambrol.
Di Jogja, dua rumah rusak berat, 38 lainnya tergenang air. 134 jiwa terpaksa mengungsi. Sementara di bantul, tiga titik lokasi terendam air tanpa ada kerusakan atau warga yang harus mengungsi.
“Selain itu ada informasi dua rumah hanyut dan satu kandang ikut terbawa arus dan ada satu warga belum diketahui keberadaannya. Yang ini karena memang membangunnya di delta sungai jadi tidak terlindungi talut,” ungkap Danang.
Dampak lain yang terjadi akibat banjir kemarin adalah tercemarnya 76 sumur di Tegalrejo. Danang menjelaskan pencemaran terjadi karena berbagai hal, baik karena kemasukan limbah maupun terkena luapan septic tank. Pihaknya pun sedang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk memantau dampaknya serta melakukan pembersihan terhadap sumur-sumur itu.
BPBD DIY memperkirakan banjir masih akan mengintai sampai April mendatang. Sampai saat itu curah hujan masih akan tinggi terutama di lereng Merapi dan berpotensi meningkatkan debit air sungai di DIY.
“Untuk pemantauan kami bekerjasama dengan BMKG DIY untuk bisa melakukan respon lebih cepat,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
103 orang dievakuasi dari Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Laut Jawa. Sebanyak 140 orang masih dalam pencarian SAR.
Madring menuai kritik setelah debut F1 GP Spanyol 2026. Oscar Puente menyebut balapan seperti Monako, tetapi lebih cepat.
MotoGP Mandalika 2026 segera digelar. Simak rekam jejak empat pemenang sebelumnya, dari Oliveira hingga Aldeguer.
Prakiraan cuaca DIY 16 September 2026 didominasi berawan. Cek suhu Kulonprogo, Bantul, Gunungkidul, Sleman, dan Kota Jogja.
Kelok 23 diuji coba 14-20 September 2026. Polda DIY meminta pengendara mengutamakan keselamatan dan tidak berhenti atau parkir sembarangan.
Bedah buku berjudul Menang Sekejap Lost Forever: Fenomena Tragis Judi Online yang Menjerat 4 Juta Orang Indonesia digelar di Balai Padukuhan Kliripan