Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Warga Komplek Kehutanan memasang spanduk menolak pengusiran. Komplek tersebut akan digunakan oleh Dinas Kehutanan DIY (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Komplek Kehutanan rencana akan dikelola penuh dinas
Harianjogja.com, JOGJA-Komplek Kehutanan, Kelurahan Baciro, Kecamatan Gondokusuman, akan dibangun gedung Balai Pengembangan Perbenihan dan Percontohan Kehutanan dan Perkebunan (BP3KP) Dinas Kehutanan DIY. Adapun warga menolak diusir selama Pemda DIY belum memenuhi tuntutan warga.
Kepala Dinas Kehutanan DIY Sutarto saat dimintai konfirmasi mengatakan hampir semua warga Komplek Kehutanan sudah setuju pengosongan itu.
"Yang menolak hanya tiga KK," katanya, Rabu (16/3/2016).
Dalam catatannya, warga yang tinggal di Komplek tersebut hanya 27 KK. Memang diakui Sutarto ada beberapa rumah yang ditinggal lebih dari satu KK. Rumah-rumah tersebut juga sudah banyak yang ditempati orang lain atau bukan dari generasi dari PNS yang pertama kali tinggal pada 1960an.
Sutarto membantah tidak memberikan jeda waktu pengosongan. Sejak 2007 lalu, kata dia, dalam perjanjian sewa sudah ditegaskan warga harus siap mengosongkan rumah jika sewaktu-waktu akan digunakan Dinas Kehutanan, "Dan warga sudah tahu kesepakatan itu," ujarnya.
Sejak tujuh bulan terakhir, Sutarto mengaku intensif melakukan sosialisasi dan memberikan kompensasi Rp10 juta tiap KK. Sebagian besar KK sudah sepakat. Proses pengosongan dibagi dalam dua tahap.
Tahap pertama blok utara 15 KK yang harus kosong maksimal 20-21 Maret. Selanjutnya blok selatan 12 KK yang ditargetkan sebelum akhir tahun selesai. Sebab, akhir tahun ini, pembangunan gedung Pengembangan Perbenihan dan Percontohan Kehutanan dan Perkebunan (BP3KP) Dinas Kehutanan DIY. selesai. Sutarto berharap kesadaran warga karena tanah yang ditinggal itu merupakan tanah negara yang akan dimanfaatkan untuk Dinas Kehutanan DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Hasil Bhayangkara FC vs Persebaya babak pertama Super League 2026/2027 berakhir 0-1. Yann Mabella membawa Bajul Ijo unggul di Stadion PKOR Sumpah Pemuda.
Terlalu sering bilang "hati-hati" kepada anak bisa membuat peringatan kehilangan makna. Simak 5 kalimat pengganti yang lebih spesifik dan mudah dipahami anak.
PSIM Jogja vs Persita Tangerang masih 0-0 hingga babak pertama. Simak jalannya pertandingan dan susunan pemain kedua tim di Stadion Sultan Agung.
PPDI Sleman menilai perubahan desil penyandang disabilitas belum mencerminkan kondisi sebenarnya. Fasilitas khusus seperti kloset duduk dinilai tidak bisa.
China mulai mengenakan pajak konsumsi pada baterai litium kendaraan listrik. Kebijakan ini berpotensi menaikkan biaya produksi dan menandai berakhirnya era inse