Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Suryadi Sali bersama Tony Brur, mahasiswa Pascsarjana ISI Yogyakarta menggelar aksi teatrikal sabagai wujud keprihatinan mereka atas ditebangnya 18 pohon peneduh di sepanjang jalan menuju kampus Pascasarjana ISI Yogyakarta, di Suryodiningratan, Yogyakarta, Senin (03/03/2014). Pasca ditebangnya pohon-pohon perindang itu warga maupun mahasiswa mengeluh karena jalan dan lingkungan menuju kampus menjadi sangat gersang dan panas. Tidak diketahui siapa pihak yang menebang pohon-po
Pemanasan global diantisipasi BLH Jogja dengan menggiatkan penghijauan
Harianjogja.com, JOGJA-Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Jogja tidak memiliki cara lain ampuh menghadapi anomali iklim akibat global warming atau pemanasan global, kecuali dengan menggiatkan penghijauan dan perubahan perilaku masyarakat.
Kepala Kantor BLH Kota Jogja, Suyana mengatakan selama ini pihaknya berupaya menambah ruang terbuka hijau, melakukan pemangkasan pohon agar tumbuh daun baru. "Dengan pohon bisa menyerap polutan di sekitar kita," katanya, Kamis (17/3/2016).
Menurutnya pemangkasan pohon perindang yang sudah tua tidak semata-mata karena membahayakan namun juga diharapkan tumbuh daun baru. Tumbuhan akan menyerap karbon dioksida untuk proses fotosintesis dan akan melepaskan oksigen ke udara.
Selain itu, pihaknya juga terus mengingatkan masyarakat untuk mengurangi penggunaan bahan yang berbahan aerosol atau sejenis botol parfum dan botol obat nyamuk, mengganti penggunaan bahan bakar fosil dengan bahan bakar alternatif, misalnya air, angin, dan sinar matahari, menghemat listrik, serta membiasakan diri untuk mendaur ulang sampah.
Suyana mengaku sampai saat ini belum ada intruksi dari pemerintah pusat untuk mengembangkan perdagangan karbon. "Mungkin karena dari perdagangan karbon memang hasilnya kecil," ujar Suyana.
Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY mencatat suhu rata-rata Februari 2016 mencapai 33,4 derajat celsius. Suhu itu merupakan suhu tertinggi dari 10 tahun terakhir. BMKG DIY juga menyebut telah terjadi peningkatan suhu sekitar 0,04 derajat celcius per tahun sejak 2007 lalu.
Koordinator Operasional Stasiun Klimatologi BMKG DIY Joko Budiono mengatakan meskipun selisihnya sangat kecil peningkatan suhu tersebut, namun kenyataan itu menjadi bukti kuat adanya anomali dalam iklim dunia.
Joko memperkirakan pemanasan global menjadi penyebab utama terjadinya tren peningkatan suhu tahunan dan rekor suhu tertinggi di bulan Februari 2016. "Penyebab utamanya nya adalah global warming,” kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Bulog Jogja mencatat serapan gabah 212.000 ton atau 108,71% dari target. Stok beras kini mencapai 74.679 ton.
Gangguan layang-layang di jalur Whoosh turun 65 persen pada September 2026. KCIC mencatat 26 kejadian dan perkuat pengawasan.
Bareskrim menangkap Tatang Winata, buron kasus impor HP dan popok bayi ilegal senilai Rp253 miliar di Bandara Soekarno-Hatta.
4.845 titik panas terdeteksi di Sumatera. Kabut asap menyelimuti Riau dengan kualitas udara masuk kategori sangat tidak sehat.
Tim UGM mendampingi Griya Cokelat Nglanggeran memperkuat daya saing produk melalui inovasi kemasan, CRM, dan pengembangan kakao dari hulu hingga hilir.