Kamu Lulusan SMA/SMK dan Ingin Kerja di Dunia Penerbangan? Ada Info Menarik nih!
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Perbankan Jogja, suku bunga diharapkan berdampak positif
Harianjogja.com, JOGJA-Suku bunga acuan atau BI rate yang turun di posisi 6,75% diharapkan membawa dampak positif bagi kegiatan perkreditan. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga berharap sama, agar penyaluran kredit semakin bertambah.
Sejak turunnya BI Rate menjadi 6,75%, BPD DIY memang belum menurunkan suku bunga. Direktur Utama (Dirut) BPD DIY Bambang Setiawan menyampaikan, sebelum BI Rate turun pada pertengahan Maret lalu, suku bunga BPD DIY telah lebih dulu turun pada akhir tahun lalu. Penurunannya terjadi mulai 0,5% hingga 1%.
Bambang mengatakan, turunnya BI rate tidak serta merta menurunkan suku bunga di BPD DIY.
“Sebelumnya, dana itu tinggi dan itu masih berlangsung sampai sekarang. Ibarat kulakan, barangnya sudah mahal,” kata Bambang, pekan lalu.
Oleh karena itu BPD DIY masih perlu mempertimbangkan lagi untuk melakukan penurunan suku bunga lagi. Penerapan penurunan kredit (sesuai BI rate) kemungkinan baru dapat direalisasikan untuk kredit baru.
BPD DIY menurutnya memiliki strategi untuk tidak tergantung pada dana jangka panjang dan besar yang bunganya tinggi.
“Dana besar itu seperti dana pemerintah. Bahkan beberapa dana besar sudah kami hentikan. Saat ini kami banyak menjalin kerjasama dengan institusi seperti UMY [Universitas Muhammadiyah Yogyakarta], UII [Universitas Islam Indonesia], dan UAD [Universtitas Ahmad Dahlan],” kata dia.
Jika dipresentasekan, dana jangka panjang di BPD DIY hanya tinggal 21%.
Bambang tak memungkiri bahwa ekonomi lesu akan berpengaruh pada permintaan kredit. Ia memprediksi, kondisi penyaluran kredit akan kembali membaik pada beberapa bulan ke depan, terutama dengan dipicu turunnya BI Rate menjadi 6,75%.
“Tunggu tiga sampai empat bulan ke depan lagi karena ya itu tadi, dananya terlanjur mahal karena sumbernya dari 2015 ke belakang,” jelasnya.
Dengan kata lain, pada semester dua ini, kegiatan penyaluran kredit melalui BPD DIY semakin bertambah. Apalagi jika BPD DIY jadi ditunjuk sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Selain menekan dana jangka panjang dan besar, BPD DIY fokus pada giro dan tabungan demi memberikan kredit murah bagi nasabah. Ia menyebut, presentase giro dan tabungan menempati porsi 71%, sisanya (29%) deposito.
Hingga saat ini, total kredit secara keseluruhan sudah mencapai 5,6 triliun dengan komposisi 70% disalurkan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan sisanya untuk sektor konsumtif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Best City Hotel Yogyakarta merayakan HUT ke-9 dengan tema Grow With The Best dan memperkuat komitmen layanan hospitality di Jogja.
Daftar lokasi Salat Iduladha 2026 1447 H Muhammadiyah di Gunungkidul resmi dirilis PDM. Cek ratusan titik salat Id di seluruh kapanewon.
Polisi Banyumas membongkar penipuan berkedok “Sultan Nusantara”. Korban rugi Rp50,8 juta usai dijanjikan pembersihan harta dan haji.
KPK memeriksa dua pejabat Kemenhub terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyebut nasib guru honorer 2027 masih dibahas pemerintah. Guru non-ASN dipastikan tetap bekerja hingga 2026.