Kamu Lulusan SMA/SMK dan Ingin Kerja di Dunia Penerbangan? Ada Info Menarik nih!
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Pasir material Gunung Merapi tertimbun di area CV Quartcon Sleman, Senin (28/3/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Harga pasir untuk bangunan naik terus
Harianjogja.com, SLEMAN-Harga pasir terus mengalami kenaikan dari waktu ke waktu. Bahkan harga salah satu bahan bangunan ini bisa dikatakan tidak pernah turun, tidak seperti bahan bangunan lainnya seperti besi dan semen.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sumber pasir terdapat di Kecamatan Cangkringan, Sleman. Gunung Merapi yang memutahkan lahar, memberikan kontribusi material berupa pasir dan bebatuan.
Pasir yang mengalir di beberapa kali besar seperti Opak, Gendol, dan Progo ini kemudian ditambang untuk dimanfaatkan untuk bahan bangunan.
Pengelola CV Quartcon, Yayak, sebagai salah satu perusahaan penjual pasir dan batu split di Sleman mengatakan, dulu saat Merapi baru saja memutahkan laharnya, harga pasir hanya Rp25.000 per meter kubik. Namun, saat ini harga pasir sudah mencapai Rp150.000 per meter kubik.
“Dibandingkan tahun lalu, pasir itu hanya kisaran Rp105.000 sampai Rp110.000 [per meter kubik]. Sekarang sudah Rp130.000 sampai Rp150.000. Kenaikannya hampir 20 persen,” kata Yayak di kantornya Dusun Kragilan, Bimomartani, Ngemplak, Sleman, Senin (28/3/2016).
Kenaikan harga pasir terjadi hampir setiap tahun. Salah satu penyebab kenaikan adalah keterbatasan stok pasir yang ada di daerah lereng Merapi.
Wakil Ketua Real Estate Indonesia (REI) DIY, Ilham Muhammad Nur, berpendapat ketersediaan pasir Merapi membuat harga pasir terus meningkat setiap tahunnya.
Hal ini semakin bisa terjadi karena ada larangan dari pemerintah provinsi melakukan penambangan menggunakan alat berat.
Untuk tetap menyukupi kebutuhan material pasir, kontraktor pun banyak menyerap pasir hasil tambang manual dari masyarakat setempat. Meski harganya relatif sama namun hasil tambang manual membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengumpulkan pasir maupun untuk waktu pemesanannya.
Ilham mengatakan, tren harga pasir cenderung naik. “Sekarang Rp900.000 per tujuh meter kubik, dulu [2015] Rp700.000 per tujuh meter kubik,” kata Ilham.
Kenaikan pasir ini lantas mempengaruhi harga bahan bangunan yang menggunakan pasir sebagai bahan utamanya. Seperti batako, conblock, dan masih banyak lagi.
Tahun lalu, conblock dijual sekitar Rp55.000 per meter persegi sementara tahun ini Rp70.000. Sementara untuk harga besi dan semen pada saat ini justru mengalami penurunan. Ilham menyebut, semen turun sekirar Rp2.000 per sack sementara besi turun Rp500 per.
Meski bahan baku pasir naik, dampaknya tidak terlalu berandil dalam meningkatkan harga rumah. Ilham memperkirakan, kenaikan harga pasir hanya menyumbang 1-2% dari harga rumah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Sekolah Rakyat Prabowo resmi beroperasi di 166 lokasi. Sebanyak 15.945 siswa menikmati pendidikan gratis berbasis asrama.
Program MBG menyerap 1,28 juta pekerja dan melibatkan ribuan UMKM serta koperasi dalam rantai pasok pangan nasional.
Pemerintah menambah kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Batch I ditargetkan mulai berjalan Juli 2026.
Peminat SNBT UGM 2026 mencapai 84.637 peserta. Sekolah Vokasi, Fakultas Teknik, dan Fisipol jadi fakultas paling diminati.
DPRD Kota Jogja siapkan Raperda Kota Layak Anak dengan melibatkan polisi untuk menangani kenakalan remaja dan kriminalitas anak.