HARGA BBM : Harga Turun, Jangan Sampai BBM Kosong 1 April
Ilustrasi pengisian bahan bakar minyak jenis Premium di SPBU. (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis)
Harga BBM yang turun diharapkan diimbangi dengan stok.
Harianjogja.com, JOGJA—Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas) DIY mengimbau agar tidak ada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang mengalami kekosongan stok premium dan solar menjelang penurunan harga.
Ketua Hiswana Migas DIY Siswanto menegaskan, pada 31 Maret dan 1 April 2016 tidak boleh ada SPBU yang stok premium dan solarnya kosong.
“Ini tidak boleh karena nantinya Pertamina akan menghitung stok [selisih stok] yang ada untuk diganti,” papar dia, Selasa (29/3/2016).
Ia mengimbau semua SPBU agar melakukan penebusan produk premium dan solar seperti biasa untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Pengelola SPBU juga diimbau segera memenuhi stok nonsubsidi mulai besok.
“Kami sudah umumkan melalui grup pesan. Kami juga meminta dukungan dari media massa untuk menyebarluaskan ini agar masyarakat juga tidak khawatir,” papar dia.
Pengumuman ini dibuat karena belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya. Ketika akan ada penurunan harga premium dan solar, ada kebiasaan untuk mengurangi stok sehingga konsumen kesulitan
mendapatkan premium dan solar. Bahkan, ada pula SPBU yang kehabisan premium dan solar. Dengan imbauan ini, hal serupa diharapkan tidak terulang dan SPBU memenuhi stoknya seperti biasa.
Penurunan harga premium dan solar akan membuat disparitas harga dengan bahan bakar khusus (BBK). Namun, ia meyakini masyarakat semakin pandai memilih mana bahan bakar yang bagus. Ia mengaku konsumen BBK akan tetap loyal memakai BBK yang kualitasnya lebih bagus selama harga masih terjangkau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share