Gunung Lawu Terbakar, Habitat Macan Tutul hingga Babi Hutan Terancam
Kebakaran hutan lindung Gunung Lawu di Ngawi mengancam habitat macan tutul, elang hitam, menjangan hingga babi hutan.
Tanah longsor terjadi di Bantul akibatnya dua kamar kos terjun bebas
Harianjogja.com, BANTUL-- Hujan deras yang terjadi Rabu (30/3/2016) sore hingga malam kemarin menyebabkan dua kamar kos beserta satu kamar mandi milik Hartono yang terletak di dusun Sidorejo, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul longsor ke tebing sedalam kurang lebih 18-20 m.
Pasalnya dua kamar kos tersebut hanya berjarak kurang lebih satu meter dari tebing, kemudian pondasi kamar juga sudah terkikis dan menggantung, untungnya pada saat kamar kos tersebut longsor penghuni kos sedang tidak ada di rumah sehingga tidak menyebabkan korban jiwa.
Anggota DPRD Kabupaten Bantul Purwana saat mengunjungi lokasi mengatakan, lokasi di bantaran sungai Bedog ini sudah lama menjadi perhatian karena rumah-rumah warga letaknya sangat dekat dengan tebing. Meskipun bantaran sungai sudah dibronjong namun aliran sungai yang sangat deras saat hujan deras menyebabkan tanah tebing tetap terkikis.
“Lokasi bantaran sungai ini memang sangat rawan sekali tanah longsor, sudah sejak lama kita peringatkan kepada para warga yang berada di bantaran sungai untuk berhati-hati dan waspada. Kami mengharap Badan Penanggulangan Bencana Daerah [BPBD] Bantul untuk segera penanggulangan darurat untuk jalur sungai tersebut karena memang benar-benar sudah sangat rawan terjadi tanah longsor lagi,” kata Purwana.
Saat ini pihak kelurahan Ngestiharjo akan segera melakukan laporan ke Bupati Bantul agar ada penanganan untuk jalur Sungai Bedog ditangani secara serius.
“Masih ada satu rumah yang letaknya kurang dari satu meter dari tebing, kemudian delapan rumah lainnya pun juga berada cukup dekat dengan tebing. Untuk itu kami sangat mengharapkan penanganan yang serius, harapannya akan ada bantuan talut seperti di sungai Code yang lebih aman,” papar Purwana.
Menurut Purwana selain kamar kos, adapula bangunan belakang Mushola As Syifa terdiri tempat wudhu dan kamar mandi juga longsor ke tebing. Namun longsornya bangunan mushola ini bukan kejadian yang pertama, pada tahun 2006 bangunan tersebut juga sempat longsor.
Setelah longsor yang pertama wilayah bantaran memang sudah dibuatkan bronjong sebagai penahan. Namun karena posisi Mushola As Syifa pas sekali dengan tikungan sungai Bedog, maka arus air sungai menghantam dengan keras dan jelas hal tersebut membuat tanah menjadi terkikis secara terus menerus.
“Mushola tersebut letaknya pas di tikungan sungainya sementara tebingnya memang sangat curam hampir 90 derajat. Untuk itu perlu kawasan ini sangat butuh penanganan yang komprehensif. Saya berharap BPBD dengan Pemkab bisa menangani permasalahan ini,” kata Purwana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran hutan lindung Gunung Lawu di Ngawi mengancam habitat macan tutul, elang hitam, menjangan hingga babi hutan.
Pikiran negatif dan kekhawatiran kerap muncul saat malam? Kelelahan, ritme biologis, dan minimnya distraksi dapat memengaruhi cara otak memandang masalah.
Cari HP tahan air untuk ojol? Simak lima pilihan smartphone bersertifikasi IP68 atau IP69, lengkap dengan spesifikasi dan kisaran harga September 2026.
Pemkab Bantul mengembangkan sekitar 46 Desa Prima untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan sekaligus mendorong peran mereka di masyarakat.
Jorge Martin merebut pole position MotoGP Austria 2026 di Red Bull Ring. Pembalap Aprilia itu mengungguli Marc Marquez dalam kualifikasi.
Kenali 13 tanda rem mobil bermasalah, mulai dari pedal terasa keras, bunyi gesekan, hingga jarak pengereman memanjang. Simak penyebab dan cara mengantisipasinya