Kamu Lulusan SMA/SMK dan Ingin Kerja di Dunia Penerbangan? Ada Info Menarik nih!
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu BENSIN ECERAN - Seorang pedagang bensin eceran di Jl Adi Sucipto Solo menunggu pembeli, Senin (2/4). Para pedangang bensin eceran sempat menghadapi ketidakpastian harga saat harga BBM tidak jadi mengalami kenaikan
Harga BBM turun namun harga eceran premium (bensin) di penjual ecer bervariatif
Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah telah resmi menurunkan harga premium per 1 April menjadi Rp6.550. Namun, penurunan harga tersebut belum sepenuhnya diikuti para pedagang premium eceran di Jogja maupun Sleman. Harga premium atau bensin eceran pun bervariatif mulai Rp7.000 hingga Rp8.000 per liter.
Pedagang eceran yang masih menjual premium dengan harga lama ditemukan di kawasan Jl. Palagan Tentara Pelajar Sleman. Di sebuah warung di kawasan tersebut, Senin (4/4/2016), harga premium atau bensin masih dijual Rp8.000 per liter. Uang Rp10.000 yang digunakan untuk membayar juga hanya dikembalikan Rp2.000.
Sementara di tempat lain, sudah ada pedagang yang menurunkan harga premium menjadi Rp7.500. “Begitu pengumuman turun ya saya mengikuti. Sekarang Rp7.500, kemarin Rp8.000,” kata Nur, penjual premium eceran di daerah Terban.
Hal yang sama juga dikatakan Waji, pedagang warung kelontong sekaligus premium eceran di Dusun Ngemplak Karangjati, Sinduadi, Mlati, Sleman. Ia sudah menyesuaikan harga sejak pemerintah mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) empat hari lalu.
“Tanggal 1 April kemarin masih ada stok 27 liter tapi tetap saya jual pakai harga baru. Saya jual Rp7.500. Rugi sih tapi ya harus menyesuaikan biar tidak diprotes pelanggan,” kata dia.
Ia mengakui, meski sudah turun Rp500 dari harga sebelumnya, masih ada pembeli yang belum mengetahui penurunan harga tersebut. Saat membayar Rp8.000, ada beberapa pembeli yang langsung pergi tanpa menunggu uang kembalian.
Di tempat lain, ada pengecer yang berani menjual harga premium cukup rendah. Santo, penjual bensin eceran di Sariharjo, Ngaglik, Sleman, hanya menjual bensin seharga Rp7.000 per liter. Ia pun hanya meraup untung Rp450 per liter. “Untung sedikit tidak apa-apa. Pelanggan biar tertarik,” kata dia.
Ia sendiri enggan memasang harga Rp7.500. Alasannya ia harus menyiapkan uang recehan Rp500 sebagai uang kembalian bagi pelanggan yang membayar dengan uang Rp8.000 atau Rp10.000. Jika harga bensin Rp7.000, maka ia hanya menyiapkan kembalian uang kertas ribuan.
Dengan harga baru yang ia tetapkan saat ini, keuntungan yang diperoleh pun semakin sedikit. Jika dihitung per jerigen yang mampu menampung 33,5 liter, saat ini ia hanya meraup untung sekitar Rp17.000.
Sementara sebelum harga premium turun pekan lalu, ia mempu mengambil untung hingga Rp20.000 per jerigen. Biasanya, 33,5 liter tersebut bisa ia jual menjadi 34 botol.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Persija Jakarta resmi berpisah dengan Mauricio Souza usai gagal juara Super League 2025/2026 dan mulai cari pelatih baru.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
FIFA resmi tetapkan 48 basecamp Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko yang membawa dampak ekonomi besar bagi kota nonstadion.
SUV Denza B8 BYD meluncur di Malaysia dengan harga Rp2,3 miliar dan berpotensi masuk Indonesia dengan teknologi hybrid canggih.