Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Parkir Abu Bakar Ali (ABA) dibuka (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Parkir Malioboro, jukir pertanyakan masa depan
Harianjogja.com, JOGJA-Juru parkir (jukir) kendaraan roda dua di Taman Parkir Abu Bakar Ali (ABA) mengajukan sejumlah tuntutan untuk pengelolaan area parkir baru itu.
(Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/04/07/parkir-malioboro-jukir-aba-bingung-nasib-setelah-dua-bulan-708319">PARKIR MALIOBORO : Jukir ABA Bingung Nasib Setelah Dua Bulan)
Agus, jukir Taman Parkir ABA minta kejelasan pengelolaan parkir. Selain itu ia berharap ABA dilengkapi dengan petunjuk blok yang disesuaikan dengan karcis. Hal itu supaya tidak membingungkan pengunjung yang parkir.
"Kemarin ada pengunjung yang kebingungan karena lupa naruh motor," ungkapnya, Kamis (7/4/2016)
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro, Syarif Teguh Prabowo mengatakan pengelolaan ABA saat ini masih dalam proses penataan. Pihaknya juga terus menampung masukan dan keluhan para jukir dalam penataan tersebut.
Setelah dua bulan nanti, Syarif berharap jukir bisa membentuk forum bersama dan mengelola parkir ABA secara mandiri. Syarif mengaku Pemerintah Kota Jogja tidak akan ikut campur dalam dalam pengelolaan, "Terserah mereka mau dibuat seperti apa," kata dia.
Termasuk soal karcis parkir, kata Syarif, yang mencetak adalah dari jukir. Hal itu berbeda saat pengelolaan parkir di Malioboro bahwa yang mengeluarkan karcis adalah UPT Malioboro dan setoran jukir berdasarkan jumlah karcis yang terjual.
Pantauan Harian Jogja, tarif parkir di ABA Rp2000, namun dalam karcis tertera Rp1000. Tarif Rp2000 berlaku sejak hari tiga hari lalu atau saat pertama relokasi. Syarif mengaku karcis itu merupakan karcis lama, sedangkan jukir belum mencetak karcis yang baru.
Ia menyatakan tarif parkir Taman Khusus Parkir (TKP) berbeda dengan tarif parkir di Tepi Jalan Umum (TJU). "Ada aturan sendiri untuk parkir TKP," ujar Syarif.
Syarif menambahkan sebanyak 95 jukir sisi timur Malioboro sudah menempati ABA. Terakhir yang mendaftar adalah Ketua Paguyuban Jukir Malioboro, Sigit Karsana Putra.
Kemarin, Sigit muncul di Malioboro setelah dijemput belasan jukir yang sudah menempati ABA. Sigit pun dikawal menuju UPT Malioboro untuk mendaftar. Namun setelah mendaftar, Sigit belum dibolehkan bergabung ke ABA karena saat bersamaan ada rapat jukir di lantai II ABA. "Katanya demi keamanan," ucap Sigit di depan Gedung DPRD DIY.
Sigit mengaku mendaftar bukan berarti menerima konsep relokasi begitu saja. Ia tetap akan mempertanyakan nasib teman-teman jukir lain setelah dua bulan tidak mendapat kompensasi. Bahkan rumahnya di Brontokusuman, Mergangsan menjadi posko pengaduan jukir.
Ayah dari tiga anak ini membeberkan rencana aksi penolakan yang batal digelar pada Senin, lalu, karena tidak ingin mengorbankan banyak pihak, terlebih kawasan Malioboro merupakan ikon Kota Jogja. Ia juga mengklaim justeru dirinya yang mendorong sejumlah anak buahnya untuk mendaftar relokasi.
"Perjuangan saya membela masyarakat kecil masih tetap berlanjut. Saya ingin tahu apa konsep pemerintah setelah dua bulan nanti jukir menempati ABA." tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Perbandingan iPhone 18 Pro Max vs Galaxy S27 Ultra dari kamera, baterai, chipset, layar, harga hingga prediksi spesifikasinya.
Sebanyak 42 penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau hingga Minggu sore.
Pesawat aerosport Sky Ranger jatuh dan terbakar di persawahan Blora. Dua awak selamat dengan luka ringan setelah pendaratan darurat.
Garuda Indonesia membatalkan penerbangan dari dan menuju Jakarta, Bandung, dan Lampung hingga 7 September 2026 akibat abu vulkanik Anak Krakatau.
Perempuan 64 tahun di Nepal ditemukan selamat setelah 10 hari tertimbun reruntuhan akibat banjir bandang yang menerjang wilayah Rasuwa.