Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Pedagang krecek Pasar Demangan, Jadi, menunjukkan krecek kemasan kiloan yang ia jual, Jumat (8/4/2016). Saat ini, ia menjual krecek seharga Rp140.000 per kg. (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Harga kebutuhan pokok, untuk kebutuhan yang berbahan utama sapi terus naik.
Harianjogja.com, JOGJA-Harga krecek kulit sapi di pasaran selalu tinggi. Pedagang menyebut harga krecek nyaris tidak ada penurunan. Begitu pula dengan daging dan kulit sapi yang menjadi sumber bahan bakunya.
Jadi, salah satu pedagang di Pasar Demangan Jogja mengatakan, kenaikan harga krecek selalu terjadi setiap beberapa bulan sekali.
"Sekarang harganya Rp140.000, sebelumya Rp125.000. Dibanding tahun lalu naiknya Rp15.000 sendiri, naiknya bertahap," kata warga Pleret, Bantul ini, Jumat (8/4/2016).
Dari pengalaman sebelumnya, harga krecek senantiasa mengikuti harga daging sapi. Daging sapi yang naik, otomatis akan mengerek harga krecek.
Dalam sehari, ia bisa menjual 5kg krecek. Kebanyakan pembeli adalah pelaku usaha warung makan seperti gudeg. Untuk kalangan warung makan, Jadi menjual Rp130.000 per kg. Sementara untuk rumah tangga yang biasanya membeli eceran, ia menjual Rp15.000 per kg.
Jika dibandingkan dengan harga grosir, seharusnya ia bisa meraup untuk lebih banyak. Harga grosiran dijual Rp130.000 sementara eceran bisa Rp150.000 per kg. "Tapi timbangannya mati. Kalau eceran, kadang kalau ditimbang satu plastik nggak jadi 1kg tapi hanya 8,5 ons. Sama aja untungnya dikit," ujar Jadi.
Meski demikian, ia masih merasa beruntung karena krecek kulit sapi bisa bertahan hingga tiga bulan. Berbeda dengan daging sapi yang daya tahannya pendek.
Saat ini harga daging sapi has dalam dijual Rp120.000 hingga Rp125.000 per kg. Namun, Jadi tidak selalu mematok harga sama. Ia selalu melihat tingkat pengunjung pasar yang membeli daging sapi. "Kalau ramai harganya bisa diangkat [dinaikkan] tapi kalau sepi ya sing penting payu [yang penting laku]," ungkap dia.
Harga kebutuhan pokok lain seperti telur di Pasar Demangan mengalami kenaikan sejak dua hari lalu. Suryo, pedagang sembako asal Wedomartani Ngemplak Sleman, menjual telur dengan harga Rp20.000. Dua hari lalu ia hanya mematok Rp18.000 per kg.
"Dilihat dulu jenis telurnya. Kalau kulitannya merah memang mahal karena kulitnya tebal. Ukurannya juga lebih kecil-kecil. Kalau telur putih lebih murah," tuturnya.
Biasanya, telur yang berukuran kecil banyak dibeli pengrajin gudeg dan warung makan lainnya. Dalam sehari, ia bisa menjual sampai dua peti di mana setiap petinya berisi 15kg telur.
Berdasarkan pantauan Harian Jogja di Pasar Demangan, harga kebutuhan pokok seperti gula pasir, tepung terigu, beras, dan kacang kedelai terpantau stabil. Pedagang memperkirakan, dua bulan lagi kebutuhan pokok akan naik karena sudah memasuki bulan Ramadan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Makna Idul Adha 2026 ditegaskan PBNU: kurban bukan sekadar ritual, tapi wujud ketaatan, kepedulian sosial, dan kesiapan menerima kritik.
Skuad Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026 resmi diumumkan, dipimpin Christian Pulisic dan Mauricio Pochettino.
Bupati Bantul tegaskan pembubaran ibadah GMS melanggar konstitusi, polisi pastikan tidak ada ruang intoleransi.
Peluang kerja PMI di Kuwait makin terbuka 2026, pemerintah dorong perlindungan dan perluasan sektor kerja.
Pertamina tambah 1,5 juta tabung LPG 3 kg di Jateng dan DIY jelang Iduladha 2026, stok dipastikan aman.