Rendah Hati, Probosutedjo Suka Bangun Pagar
Seorang pedagang Pasar Bendungan kembali berjualan di depan kiosnya yang terbakar pada Selasa (19/4) kemarin. Sejumlah anggota kepolisian tampak sedang membersihkan puing-puing bangunan pasar sejak Rabu (20/4/2016) pagi. (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Pasar tradisional Kulonprogo, relokasi Bendungan dipersiapkan.
Harianjogja.com, KULONPROGO- Tiga titik dipersiapkan sebagai area relokasi pedagang Pasar Bendungan antara lain di belakang pasar atau di depan KUD Bendungan, belakang KUD Bendungan, dan di belakang SDN 4 Bendungan. Segera setelah ketiga tempat tersebut siap untuk digunakan maka pedagang terdampak akan segera direlokasi.
Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Daerah, Dinas Perindustrian Perdagangan dan ESDM Kulonprogo, Slamet Riyadi menjelaskan pemkab berupaya menyiapkan tempat relokasi para pedagang secepatnya sebagai upaya terdekat yang dilakukan. Dari tiga tempat yang disiapkan, ia menyebutkan segera bisa ditempati setelah lapak-lapak sementara selesai dibangun.
“Setelah lapak resmi dibangun secepatnya kita relokasi ke sana,”ujarnya pada Jumat (22/4/2016).
Pemkab sendiri telah melakukan survey dan pengukuran terahadap sejumlah lokasi tersebut. Hal ini termasuk dengan anggaran yang dibutuhkan untuk membangun lapak sementara. Meski demikian, Slamet menjelaskan bahwa proses relokasi tersebut masih dalam proses persiapan dan akan dikoordinasikan antara lain dengan konsultan pendamping. Terlebih lagi, area relokasi tersebut berada di atas tanah kas desa dan Paku Alam Ground (PAG). Karena itu, menurutnya penggunaan lokasi tersebut harus dimintakan izin kepada Puro Pakualaman terlebih dahulu.
Adapun, pedagang yang menjadi korban kebakaran akan mendapatkan prioritas untuk ditempatkan terlebih dahulu. Sedangkan sejumlah pedagang yang tidak menjadi korban kebakaran dan saat ini masih berjualan di kios sisi barat bisa tetap menemapati lokasi dagangannya yang sebelumnya. Ia sendiri menyatakan tidak bisa menyebutkan waktu yang tepat kapan relokasi akan dilakukan. Namun, proses penanganan akan secepatnya dilakukan terlebih di masa menjelang Idul Fitri.
Slamet sendiri mengakui jika memang ada rencana bahwa pasar tersebut akan dibangun total. Namun, pembangunan tersebut masih harus menunggu proses karena membutuhkan dana yang tidak sedikit dan waktu yang tidak sebentar. Mengenai lapak darurat pedagang yang sudah ada saat ini juga nantinya akan dirapikan di tiga area relokasi tersebut.
Ketua Komisi III DPRD Kulonprogo, Hamam Cahyadi menyatakan bahwa relokasi sementara jangan sampai menghasilkan permasalahan baru. Menurutnya, pemkab harus mendengarkan pendapat pedagang akan proses perbaikan berjalan dengan lancar. Selain itu, ia juga mengingatkan akan pentingnya ketersediaan akses masuk bagi kawasan relokasi.“Relokasi minimal bisa untuk setahun mendatang sampai pasar dibangun kembali,” ujarnya.
Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati menjelaskan bahwa dari hasil pertemuannya dengan sejumlah pedagang banyak yang mengeluhkan tagihan yang harus dibayar. Akhid meminta pihak perbankan memberikan toleransi bagi pedagang yang masih kesulitan mengangsur karena musibah ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.