Harga Biodiesel dan Bioetanol Naik September 2026
ESDM menetapkan HIP biodiesel Rp15.025 dan bioetanol Rp11.814 per liter pada September 2026, keduanya naik dari bulan sebelumnya.
Para Abdi dalem saat melakukan prosesi nawu sendang secara simbolis, di Sendang Seliran kawasan kompleks Masjid Mataram Kotagede, Minggu (24/4/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Tradisi nawu Sendang Seliran menarik wisatawan untuk menyaksikannya
Harianjogja.com, BANGUNTAPAN - Upacara tradisi Nawu Sendang Seliran yang berlangsung setiap tahun sejak sembilan tahun lalu semakin banyak menyedot antusiasme dari wisatawan yang datang ke kompleks bangunan bersejarah Masjid Gedhe Mataram Kotagede, Minggu(24/4/2016).
Prosesi Nawu Sendang Seliran sendiri yakni prosesi menguras kolam mata air yang berada di kawasan komples masjid tersebut, yang setiap hari masih digunakan oleh masyarakat sekitar seperti mengambil air dan mandi.
Abdi Dalem Juru Kunci Pasarean Kuthogedhe Mataram, Mas Lurah Hastonodanarto mengatakan memang dulu upacara nawu sendang belum dilakukan, namun mengingat sendang yang masih digunakan setiap hari maka pihak dirasa perlu melakukan pengurasan demi menjaga kebersihan.
“Dahulu memang tidak ada, namun upacara ini juga bukan serta merta hanya menguras sendang biasa saja, ada banyak filosofinya antara lain dengan diadakannya nawu sendang, kita serasa seperti membersihkan segala kotoran-kotoran yang ada dalam diri dan dalam hati,” katanya.
Kemudian dengan adanya kegiatan ini untuk melestarikan tradisi lantas diadakan prosesi upacaranya, dengan demikian kegiatan untuk membersihkan sendang juga mampu dikemas dengan sebuah tradisi yang akan semakin mengangkat kebudayaan dan kesenian.
Selain melihat prosesi nawu sendang, warga dan para wisatawan yang datang juga dapat menyaksikan prosesi lain, yakni kirab gunungan dan jodang. Jodang yang nantinya digunakan untuk membawa alat-alat pada saat melaksanakan prosesi nawu sendang bersama dikirab dari kantor Kelurahan Jagalan menuju Kompleks Masjid Gedhe Mataram.
Dalam kirab tersebut ada juga gunungan yang berisi beragam makanan, terutama makanan khas Kotagede seperti Kembang Waru, Kipo, dan Yangko. Selain itu, gunungan juga berisi sayuran dan buah-buahan seperti terong, kacang panjang, cabai, dan nanas.
Mas Lurah Hastonodanarto menambahkan mengenai adanya dua sendang yang dibersihkan oleh dua keraton, yakni Keraton Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta, ia menjelaskan, karena Masjid Gede Mataram dan Makam Raja Mataram adalah milik dua keraton.
"Jadi, tempat ini milik dua keraton. Karena di sini merupakan peninggalan Mataram sebelum terpecah, maka segala sesuatunya dibagi menjadi dua. Masjid dibagi dua, kanan Surakarta, kiri Yogyakarta. Begitu juga dengan sendang, di mana Sendang Kakung untuk Surakarta, dan Sendang Putri untuk Yogyakarta," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ESDM menetapkan HIP biodiesel Rp15.025 dan bioetanol Rp11.814 per liter pada September 2026, keduanya naik dari bulan sebelumnya.
Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026 hari ini menghadirkan Thailand vs Vietnam. Simak jam pertandingan dan persaingan Grup B.
Joan Mir meninggalkan Honda untuk bergabung dengan Gresini pada MotoGP 2027. Ia mengaku sempat berharap Honda kembali kompetitif.
Jadwal final bulu tangkis Asian Games 2026 menampilkan Amri/Nita dan Leo/Daniel. Simak jam, lawan, venue, dan siaran langsung.
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan. Ferran Soriano menegaskan proses hukum masih panjang dan klub akan melawan.
Discord mulai menerapkan verifikasi usia global. Lebih dari 90% pengguna tak perlu unggah ID, tetapi sejumlah fitur akan dibatasi.