KAI Tambah 3 Kereta Tujuan Jakarta: Dari Jogja, Malang dan Semarang
KAI menambah 3 perjalanan KA menuju Jakarta dari Jogja, Malang, dan Semarang serta meningkatkan kapasitas KA Anggrek dan Gumarang.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Sejumlah wisatawan berjalan menuju jalan Malioboro seperti terlihat saat melintas di kawasan Nol Kilometer, Yogyakarta, Jumat (09/10/2015). Untuk menghindari paparan sinar ultraviolet (UV) matahari pada saat siang hari dan udara panas yang menyengat, para wisatawan lebih banyak memilih waktu kunjungan luar ruang di Yogyakarta pada sore atau malam hari.
Cuaca ekstrem kembali terjadi.
Harianjogja.com, SLEMAN - Cuaca di wilayah DIY dan sekitarnya selama beberapa hari terakhir terasa sangat panas. Situasi ini diprediksi terjadi hingga akhir Mei 2016.
Suhu ini disebabkan karena kandungan uap air tergolong tinggi. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan awan cumulonimbus serta hujan angin dan petir.
Koordinator Stasiun Klimatologi BMKG DIY Joko Budiono menjelaskancuaca ekstrem ini merupakan kondisi pancaroba. Diperkirakan kondisi panas itu akan berlangsung dari pekan ini hingga pertengahan maupun akhir bulan Mei 2016. Itu disebabkan pula karena akan memasuki awal musim kemarau. Meski demikian bukan berarti tidak akan turun hujan.
Melihat kelembaban udara (RH) cukup tinggi, maka diprediksi di DIY masih berpotensi terjadinya hujan terutama disiang hingga sore hari. Bahkan hujan yang terjadi berpotensi disertai petir dan angin kencang. Tak hanya itu cuaca yang terjadi saat ini bisa memicu pertumbuhan awan-awan jenis konvektif seperti cumulonimbus.
"Awan cumulonimbus sangat berpeluang terbentuk di masa transisi ini. Diharapkan diikuti oleh peningkatan kewaspadaan guna mengantisipasi dampak buruk akibat kondisi cuaca dimasa transisi ini," imbaunya.
Joko mengatakan, awan cumulonimbus itu sifatnya hanya lokal. Sehingga dampaknya bisa menghasilkan hujan lebat, angin kencang dan petir, meski durasinya diprediksi pendek antara satu hingga tiga jam. "Meski cuacanya panas, kami berharap warga tetap waspada akan adanya hujan deras disertai angin kencang," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI menambah 3 perjalanan KA menuju Jakarta dari Jogja, Malang, dan Semarang serta meningkatkan kapasitas KA Anggrek dan Gumarang.
Abrasi membuat jalan penghubung Pantai Cangkring dan Tanggul Tirto Bantul amblas hampir 10 meter. Warga memasang bambu sebagai pembatas.
AirAsia membatalkan dan menjadwalkan ulang sejumlah penerbangan Jakarta akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Karhutla di Sumatra dan Kalimantan ditangani polisi. Sebanyak 138 tersangka ditetapkan dan 8 korporasi diproses hukum.
BPJS Ketenagakerjaan mengajak generasi muda merencanakan masa pensiun dan memiliki perlindungan sejak pekerjaan pertama.
15.342 RTLH di Gunungkidul masih menunggu perbaikan. Tahun 2026, Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5,12 miliar untuk 256 rumah.