Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Pekerja menyelesaikan pembangunan struktur gedung convention hall di lokasi proyek tepatnya di kawasan Ngebong, Boyolali Kota. Proyek tersebut akan menghabiskan anggaran hingga Rp18 miliar. Foto diambil pekan lalu. (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos)
Harga bahan bangunan terus naik
Harianjogja.com, SLEMAN-Harga besi mengalami kenaikan sekitar 30%. Kenaikan terjadi sejak awal bulan Maret lalu hingga saat ini.
Pemilik Toko Bahan Bangunan Oentoeng di Jl. Godean No.4 Sleman Henry Gunawan Cahyono Putro mengatakan, besi naik karena pengaruh harga barang-barang kebutuhan yang juga naik. Menurutnya, dalam setahun bahan bangunan selalu naik. Puncaknya biasanya terjadi menjelang Idulfitri. "Tapi beberapa tahun belakangan, harga-harga selalu curi start kenaikannya," tutur Henry, Senin (25/4/2016).
Pada bulan Februari 2016, besi 8 mm Standar Nasional Indonesia (SNI) dijual seharga Rp30.000 per batang dan bulan Maret naik menjadi Rp36.000. Harga tersebut berlaku di tingkat pedagang. Sementara di tingkat pengecer bisa lebih mahal 10%.
Kenaikan besi tersebut secara langsung ikut mengerek harga bahan bangunan lain berbahan besi. Seperti besi beton, paku, dan pipa-pipa besi. “Paku per kilo sekarang sudah Rp9.200-an. Bulan kemarin masih Rp8.800-an,” kata Henry.
Sementara untuk harga triplek masih cenderung stabil. Hal ini dikarenakan triplek merupakan produk dalam negeri sehingga perhitungan kenaikan bahan produksinya tidak sedramatis barang-barang besi yang sangat terpengaruh dolar.
"Harga triplek di pasaran terpengaruh apabila nilai dolar naik banyak. Apabila dolar naik maka kuota permintaan lokal akan dikalahkan dengan permintaan ekspor karena pengusaha bisa untung banyak dengan selisih harga dolar apabila dijual keluar negeri," kata Henry.
Sebaliknya, jika dolar stabil atau cenderung turun maka pasar lokal akan dibanjiri dengan hasil produksi pabrik-pabrik yang tidak terserap untuk ekspor. Dalam kondisi seperti ini, lanjut Henry, biasanya harga triplek di pasaran akan turun.
Saat ini harga triplek ukuran 3 mm adalah Rp44.000 per lembar. Harga ini bertahan sejak Februari lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Kamis 28 Mei 2026 lengkap semua stasiun, tarif Rp8.000 dan jadwal keberangkatan pagi hingga malam.
Investor kripto Indonesia dinilai makin rasional dan tak lagi sekadar FOMO. Literasi blockchain dan strategi investasi mulai meningkat.
Menlu Sugiono menjelaskan alasan Presiden Prabowo tetap berkunjung ke Prancis saat Iduladha untuk memenuhi undangan Macron.
Penjualan tiket kereta KAI selama libur Iduladha 2026 menembus 911 ribu tiket. Yogyakarta hingga Bandung jadi tujuan favorit penumpang.
Seorang pria di Salatiga meninggal dunia diduga akibat serangan jantung saat membantu proses kelet sapi kurban di Masjid Darul Solikhin.