OTORITAS JASA KEUANGAN : Bagaimana Dokumen Bank Bantul tentang Kredit Pejabat Bica Bocor?

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Kamis, 28 April 2016 16:55 WIB
OTORITAS JASA KEUANGAN : Bagaimana Dokumen Bank Bantul tentang Kredit Pejabat Bica Bocor?

One hundred thousand rupiah notes are seen through a magnifying glass in this photo illustration taken in Singapore, in this file picture taken March 14, 2013. Banks in Singapore are stubbornly against adopting domestically set reference rates for derivative contracts in the Indonesia rupiah, despite preparing to drop their own rate fixing for the Malaysian ringgit and Vietnamese dong. To match Analysis MARKETS-INDONESIA/FIXING REUTERS/Edgar Su/Files (SINGAPORE - Tags: BUSINESS)

Otoritas Jasa Keuangan menemukan kredit Bank Bantul terhadap sejumlah pejabat

Harianjogja.com, BANTUL- Bank Bantul berjanji membenahi manajemen internal menyusul beredarnya dokumen pemeriksaaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyoroti kinerja bank pelat merah tersebut.

Otoritas Bank Bantul akan mengklarifikasi kebocoran dokumen yang diklaim rahasia itu.

Bank Bantul menyampaikan klarifikasi menyusul beredarnya dokumen temuan OJK di kalangan media dan lembaga anti korupsi di Bantul. Kuasa Hukum Bank Bantul Achiel Suyanto menyatakan, dokumen itu diperoleh secara ilegal.

“Karena yang memegang dokumen ini cuma Bank Bantul dan OJK, kami tidak tahu bagaimana dokumen ini bisa sampai ke tangan MTB [Masyarakat Transparansi Bantul],” terang Achiel Suyanto dalam jumpa pers, Rabu (27/4/2016).

Menurut Achiel terungkapnya isi dokumen itu merugikan Bank Bantul. Ia meminta OJK bertanggungjawab atas kebocoran dokumen itu.

Langkah yang akan dilakukan kata dia pertama mengklarifikasi perihal kebocoran dokumen itu ke OJK. Bila terbukti OJK teledor, maka pihaknya akan menembuskan masalah ini ke OJK Pusat.

“Kami klarifikasi dulu, termasuk di internal kami [apakah ikut membocorkan atau tidak], kalau memang ini kesalahan OJK kami bisa saja menginformasikan ke Pusat, biar OJK Pusat yang memberikan sanksi, papar dia.

Bocornya dokumen yang diklaim rahasia itu menurutnya merugikan Bank Bantul. Sebab bank beroperasi berdasarkan kepercayaan masyarakat.

“Kalau OJK mungkin sanksinya hanya memutasi pegawainya yang membocorkan, tapi dampak pada bank kan lebih besar,” lanjutnya.

Namun Achiel mengakui, sebagian kecil isi dokumen itu benar adanya, namun sebagian besar tidak benar dan sudah tidak relevan. Beberapa hal yang tidak relevan seperti kredit macet. Menurutnya sebagian besar kredit nasabah yang termuat dalam dokumen itu sudah lunas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis