KAI Tambah 3 Kereta Tujuan Jakarta: Dari Jogja, Malang dan Semarang
KAI menambah 3 perjalanan KA menuju Jakarta dari Jogja, Malang, dan Semarang serta meningkatkan kapasitas KA Anggrek dan Gumarang.
Ilustrasi sabu-sabu (JIBI/Solopos/Reuters)
Narkoba Sleman, pengendar manfaatkan kekasih distribusikan sabu
Harianjogja.com, SLEMAN - Seorang wanita bernama Novi, 27, warga Purwomartani, Kalasan, Sleman nekat mengedarkan narkotika jenis sabu dengan dikendalikan pacarnya berinisial B yang tinggal di Lapas Narkotika Pakem. Setelah dibuntuti selama berhari-hari, Novi ditangkap Satresnarkoba Polres Sleman pada, Rabu (27/4/2016) dalam operasi bersinar 2016.
Kasat Resnarkoba Polres Sleman AKP Anggaito Hadi Prabowo menjelaskan, tindak pidana peredaran narkotika yang dilakukan tersangka, berawal saat mengenal B yang kini mendekam di Lapas. Ketika itulah tersangka mulai dimanfaatkan untuk mengedarkan sabu. Bahkan ketika B ditahan di Lapas, justru dapat mengendalikan tersangka untuk menjual dan mengedarkan sabu. Pihaknya telah melakukan tes urine tersangka, tetapi hasilnya negatif.
"Tersangka dioperatori pacarnya yang ada di Lapas berinisial B. Jadi dia diperalat dijadikan pacarnya hanya untuk agar membantu menyebarkan sabu," terangnya, Rabu (28/4/2016).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI menambah 3 perjalanan KA menuju Jakarta dari Jogja, Malang, dan Semarang serta meningkatkan kapasitas KA Anggrek dan Gumarang.
Abrasi membuat jalan penghubung Pantai Cangkring dan Tanggul Tirto Bantul amblas hampir 10 meter. Warga memasang bambu sebagai pembatas.
AirAsia membatalkan dan menjadwalkan ulang sejumlah penerbangan Jakarta akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Karhutla di Sumatra dan Kalimantan ditangani polisi. Sebanyak 138 tersangka ditetapkan dan 8 korporasi diproses hukum.
BPJS Ketenagakerjaan mengajak generasi muda merencanakan masa pensiun dan memiliki perlindungan sejak pekerjaan pertama.
15.342 RTLH di Gunungkidul masih menunggu perbaikan. Tahun 2026, Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5,12 miliar untuk 256 rumah.