Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Ilustrasi sakit (Dok/JIBI/Harian Jogja)
Pemkab Bantul melalui Dinkes setempat memberikan imbauan penyebaran flu singapura.
Harianjogja.com, BANTUL -- Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul mengimbau masyarakat di daerah ini mewaspadai potensi penyebaran penyakit 'flu singapura' pada musim pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke kemarau.
"Musim sekarang ini lagi banyak di masyarakat yang terkena flu singapura sehingga masyarakat perlu mewaspadai penularannya," kata Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Bantul, Pramudi Dharmawan, seperti dikutip dari Antara Sabtu (30/4/2016).
Menurut dia, dari hasil pengamatan Dinkes penyakit flu singapura sering menjangkiti anak-anak usia di bawah 10 tahun yang mudah menular terhadap anak-anak seusianya.
Ia menjelaskan, ciri-ciri penyakit ini diawali dengan gejala seperti flu biasa yaitu demam, sakit tenggorokan, badan tidak nyaman, sariawan, dan luka pada gusi. Selain itu akan muncul ruam atau bintik merah di telapak kaki dan tangan pada si penderita.
"Dinamakan flu singapura karena penyakit ini pernah mewabah di negara Singapura dan terbawa sampai ke Indonesia. Istilah medisnya dikenal hand, foot, and mouth disesase (HFMD), gejalanya mirip flu biasa dan muncul ruam seperti cacar air di telapak tangan dan kaki," katanya.
Pramudi mengatakan, penyakit yang disebabkan virus tersebut menular lewat faeses yang masuk ke mulut dan percikan air liur serta lendir. Meski tidak termasuk penyakit berbahaya namun jika terjadi komplikasi, Flu Singapura bisa mengarah ke penyakit yang lebih berat.
"Kalau misalnya ada anak yang terkena penyakit ini jangan dikumpulkan dengan anak yang sehat, apalagi bermain bersama-sama karena jelas akan menular," katanya.
Ia mengatakan, meski belum ada vaksin, namun ada cara untuk mencegahnya, diantaranya sering mencuci tangan dengan sabun dari air mengalir, terutama setelah mengganti popok dan menggunakan toilet, serta sering membersihkan benda yang sering disentuh anak.
"Penyakit ini juga belum ada vaksinnya, pengobatannya hanya diberi penurun panas, vitamin, antibiotik untuk mencegah infeksi dan makan yang banyak," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Operasi Patuh 2026 digelar 8-21 Juni dengan fokus ETLE. Pelanggaran pelat nomor dan lalu lintas jadi sasaran utama.
Garebeg Besar Jogja 2026 digelar sederhana di Keraton. Sebanyak 4.000 ubarampe dibagikan kepada abdi dalem.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini turun di semua ukuran. Simak daftar harga terbaru 28 Mei 2026.
Kebakaran gereja di Mimika Papua Tengah diduga akibat lilin tak dipadamkan. Bangunan ludes, kerugian capai ratusan juta.
Belanda umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Van Dijk jadi kapten, Depay pulih, Xavi Simons absen.