UNY Pakai 2 Bus Listrik VKTR, Mobilitas Kampus Makin Ramah Lingkungan
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggunakan dua bus listrik VKTR 8 meter untuk mendukung mobilitas kampus yang lebih nyaman, efisien, dan berkelanjutan.
Hasil ujian nasional, perayaan kelulusan berupa konvoi mengganggu keamanan.
Harianjogja.com, SLEMAN– Perayaan kelulusan Ujian Nasional (UN) dengan cara konvoi tidak diperbolehkan. Selain mengganggu keamanan dan kenyamanan berlalu lintas, konvoi kelulusan yang dilakukan rentan menimbulkan bentrokan antarsiswa.
Kepala Bidang Kurikulum dan Kesiswaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman Ery Wirdayana melarang adanya konvoi usai pengumuman kelulusan UN dan sekolah. Larangan tersebut dikeluarkan bukan tanpa alasan. Menurutnya, konvoi kelulusan sering kali mengganggu keamanan dan kenyamanan. Bahkan rentan menimbulkan bentrokkan antarsiswa.
Dikatakan dia, pengumuman kelulusan UN akan dilaksanakan pada Sabtu (7/5) ini.
"Terkait larangan konvoi atau arak-arakan ini sudah kami sampaikan kepada seluruh sekolah. Termasuk aksi corat-coret seragam siswa," ujar Ery, Jumat (6/5/2016).
Disdikpora, ujar Ery, telah melakukan sejumlah langkah pencegahan agar pelajar tidak turun ke jalan. Salah satunya, pengumuman kelulusan dilakukan dengan seremonial dan pelajar diwajibkan mengenakan pakaian adat.
"Dengan cara seperti ini kami berharap aksi konvoi atau corat-coret seragam tidak dilakukan. Daripada corat-coret mending seragam yang tidak lagi digunakan disumbangkan," ajak dia.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA/MA Kabupaten Sleman, Tri Sugiharto menambahkan untuk mencegah aksi konvoi dan corat-coret seragam siswa-siswi perlu disibukkan dengan beragam kegiatan positif.
"Kalau mereka sibuk dengan kegiatan di sekolah masing-masing, mereka akan lupa untuk melakukan konvoi. Ini butuh kerjasama semua pihak," katanya.
Dia mengakui, kegiatan seremoni kelulusan layaknya acara wisuda membutuhkan biaya namun hal itu dinilai positif dibandingkan para siswa melakukan konvoi.
"Ini dilakukan untuk mencegah gangguan di jalan. Orangtua dan sekolah harus berkorban demi menciptakan ketertiban. Lebih baik seperti itu daripada anak-anak ribut di jalan," ucap Tri.
Kepala SMAN 1 Kalasan itu menegaskan, mencegah aksi konvoi bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Orangtua berperan penting agar anak-anaknya tidak terlibat dalam euphoria kelulusan secara berlebihan. Baik sekolah maupun orangtua sama-sama mengawasi mereka.
"Kami sudah menyampaikan hal ini kepada para orangtua siswa yang akan lulus tahun ini. Termasuk para siswa sendiri," ujarnya.
Selain itu, Tri menyampaikan kepada seluruh siswa yang terlibat konvoi akan sulit mendapatkan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB). Menurutnya konvoi dengan mencorat-coret baju seragam bukanlah hal yang tepat untuk dilakukan. "Aksi itu mubadzir dan tidak bermanfaat," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggunakan dua bus listrik VKTR 8 meter untuk mendukung mobilitas kampus yang lebih nyaman, efisien, dan berkelanjutan.
BMKG menargetkan kepekatan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berkurang 1-2 hari lewat Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC.
Pemutihan pajak kendaraan September 2026 masih berlaku di 11 provinsi. Cek periode, diskon, penghapusan denda, dan cara bayar PKB online.
BNPB mencatat 1.730 bencana melanda Indonesia hingga 7 September 2026, berdampak pada 111.533 rumah serta ribuan fasilitas publik.
DPR menyetujui anggaran Kemenkeu 2027 sebesar Rp49,80 triliun dengan sejumlah program dan kewajiban pelaporan kinerja tiap triwulan.
Jadwal Liga Champions 2026/2027 matchday 1, termasuk Real Madrid vs Inter Milan yang live SCTV pada Rabu 9 September pukul 02.00 WIB.