PENATAAN MALIOBORO : 4 PKL Bergeser Sementara

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Sabtu, 07 Mei 2016 17:20 WIB
PENATAAN MALIOBORO : 4 PKL Bergeser Sementara

Sebuah PKL di Jalan Malioboro maju ke lahan bekas parkir sepeda motor. (Sumber akun twitter @shintajakal)

Penataan Malioboro dimulai dengan pembangunan trotoar di sisi timur.

Harianjogja.com, JOGJA-Penataan malioboro yang dimulai dengan pembangunan fisik di trotoar sisi timur Malioboro memaksa empat pedagang kaki lima (PKL) untuk pindah sementara. Keempat PKL itu sementara menempati trotoar bekas parkir kendaraan roda dua.

Keempat PKL itu merupakan pedagang makanan lesehan malam hari.

“Itu terpaksa menempati trotoar karena lahannya sedang dibongkar jadi digeser sementara,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Lesehan Malioboro (PPLM), Sukidi saat dihubungi Jumat (6/5/2016).

Sukidi mengklaim PKL menempati lahan trotoar itu sudah ada seizin Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro. Menurutnya, saat pembongkaran trotoar depan Hotel Inna Garuda dimulai, pihaknya diminta untuk libur atau bergeser sementara lahan jualannya. Mereka akhirnya minta bergeser ke sisi selatan.

Karena hampir sepanjang sisi timur Malioboro sudah penuh dengan PKL, PPLM pun bermusyawarah dengan UPT Malioboro.

“Kita dibolehkan menempati depan trotoar untuk sementara,” ujar Sukidi.

Sebelumnya, Walikota Jogja, Haryadi Suyuti juga sudah menegaskan tidak akan menggusur PKL yang berdagang di areal yang sedang dikerjakan. Namun selama proses pengerjaan pihaknya meminta PKL bergeser dahulu.

“Saat pengerjaan fisik, PKL geser dulu, setelah selesai, balik lagi, seperti main catur,” kata Haryadi.

Haryadi berharap semua PKL mendukung penataan Malioboro yang akan diubah wujudnya sebagai etalase Jogja. Pemerintah Kota Jogja akan terus mengawal proses penataan sampai selesai.

Pembangunan fisik trotoar Malioboro sudah dimulai sejak 21 April lalu. Pengerjaan fisik penggantian batu candi dengan teraso modern akan terus dilakukan sampai Simpang Ketandan dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini dengan dua tahap. Tahap pertama dari depan Inna Garuda sampai depan Hotel Mutiara, dan tahap kedua dari Mutiara sampai Ketandan.

Proses revitalisasi Malioboro akan terus dilakukan hingga sisi barat Malioboro dan sampai Titik Nol Kilometer Jogja. Anggaran revitalisasi Malioboro ini menyedot anggaran Rp124,3 miliar dan dilakukan secara bertahap hingga 2019 mendatang. Untuk tahun ini anggaran penataan Rp24 miliar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online