BANDARA KULONPROGO : Tak Ingin Jauh Dari Desa, Warga Bersedia Beli Tanah Kas Desa

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Senin, 09 Mei 2016 03:20 WIB
BANDARA KULONPROGO : Tak Ingin Jauh Dari Desa, Warga Bersedia Beli Tanah Kas Desa

Warga terdampak pro bandara menggelar aksi damai untuk menuntut relokasi gratis di Setda Pemkab Kulonprogo sejak Senin (22/2/2016) lalu. (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)

Bandara Kulonprogo, warga terdampak masih menginginkan relokasi di dekat asal.

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Terkait dengas aspek psikis dan sosial, sejumlah warga desa terdampak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) tetap ingin direlokasi di tanah kas desa. Kepala Desa Glagah, Agus Parmono menyatakan sejumlah warga bahkan bersedia membeli tanah kas desa tersebut karena enggan jauh dari desa asalnya.

Ia menjelaskan dalam sejumlah pertemuan, warga desa selalu menyampaikan mereka tidak mau direlokasi keluar dari wilayah desanya.

“Mereka khawatir masalah sosial dan psikis bagi anak-anak jika jauh dari desa asal, belipun mereka bersedia,”ujarnya pada Minggu (8/5/2016).

Sebelumnya, muncul wacana warga terdampak akan direlokasi di Paku Alam Ground (PAG) di Kaligintung dan Kulur, Temon. Desa Glagah sendiri memiliki sejumlah warga yang terdampak pembangunan bandara antara lain 55 Kepala Keluarga (KK) dari Dusun Bapangan, 80 KK dari Dusun Kepek, dan 14 KK di Dusun Sidorejo.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online