Jembatan Kretek Dua Bakal Diimbangi Pengembangan Wisata
Warga terdampak pro bandara menggelar aksi damai untuk menuntut relokasi gratis di Setda Pemkab Kulonprogo sejak Senin (22/2/2016) lalu. (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Bandara Kulonprogo, warga terdampak masih menginginkan relokasi di dekat asal.
Harianjogja.com, KULONPROGO -- Terkait dengas aspek psikis dan sosial, sejumlah warga desa terdampak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) tetap ingin direlokasi di tanah kas desa. Kepala Desa Glagah, Agus Parmono menyatakan sejumlah warga bahkan bersedia membeli tanah kas desa tersebut karena enggan jauh dari desa asalnya.
Ia menjelaskan dalam sejumlah pertemuan, warga desa selalu menyampaikan mereka tidak mau direlokasi keluar dari wilayah desanya.
“Mereka khawatir masalah sosial dan psikis bagi anak-anak jika jauh dari desa asal, belipun mereka bersedia,”ujarnya pada Minggu (8/5/2016).
Sebelumnya, muncul wacana warga terdampak akan direlokasi di Paku Alam Ground (PAG) di Kaligintung dan Kulur, Temon. Desa Glagah sendiri memiliki sejumlah warga yang terdampak pembangunan bandara antara lain 55 Kepala Keluarga (KK) dari Dusun Bapangan, 80 KK dari Dusun Kepek, dan 14 KK di Dusun Sidorejo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bareskrim Polri menyelidiki blackout massal di Sumatera setelah putusnya jaringan SUTET di Jambi memicu gangguan listrik luas.
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Timnas Iran resmi pindahkan markas latihan Piala Dunia 2026 dari Arizona ke Tijuana, Meksiko. Mehdi Taj sebut langkah ini imbas ketegangan geopolitik.
Daftar mobil mesin di bawah 1.400 cc yang irit BBM dan pajak ringan cocok untuk keluarga muda dan pemakaian harian.
Spotify luncurkan Studio, aplikasi AI desktop yang bikin podcast & briefing personal dari kalender, email, dan catatanmu. Pesaing Google NotebookLM.