SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Sejumlah pengunjung Gamping Gegayengan sedang memperebutkan gunungan yang berisi hasil bumi di Pasar Balecatur Gamping, Minggu (8/5/2016). (Foto istimewa)
Wisata Sleman semakin bertambah variatif dengan munculnya kegiatan seni budaya warga
Harianjogja.com, SLEMAN- Komunitas kesenian di Kecamatan Gamping menggelar Gamping Gegayengan di Lapangan Desa Balecatur, Minggu (8/52016). Selain melestarikan budaya, kegiatan tersebut bertujuan untuk menarik minat wisatawan.
Camat Gamping Priyo Handoyo menjelaskan Gamping Gegayengan tersebut digelar setiap tahun melibatkan 37 elemen kelompok masyarakat dari berbagai bidang mulai dari kelompok tani, pemuda desa hingga kelompok seni dan budaya.
"Ini kali kedua dilaksanakan. Event Gamping Gegayengan akan dijadikan salah satu event wisata tahunan yang dapat menyedot perhatian masyarakat," katanya, Minggu (8/5/2016).
Menurut Priyo, sebelumnya kegiatan tersebut bernama Gampingvaganza. Kemudian masyarakat mengganti dengan Gamping Gegayengan karena penamaan Gampingvaganza dinilai tidak mewakili semangat masyarakat Gamping dan budaya Jawa.
Dengan perubahan nama tersebut, dia berharap warga semakin solid untuk memajukan segala aspek yang berkembang di wilayah Gamping.
Salah satu ciri khas event tersebut, ujar Priyo, adanya kirab budaya. Kirab tersebut menjadi salah satu bagian dari berbagai aspek yang ingin dimajukan dalam Gamping Gegayengan.
Sejumlah elemen budaya seperti bergada dari desa-desa di Gamping turut serta dalam kirab tersebut. Mulai kelompok tani, karang taruna, pelayanan kesehatan hingga kelompok seni lainnya. Rangkaian kirab dimulai dari Lapangan Balecatur menuju Pasar Balecatur yang terletak di Jalan Wates.
Selama ini, ujarnya, masyarakat hanya mengenal festival bekakak yang dipotong untuk dibawa ke Gunung Gamping. Dengan perubahan nama tersebut diharapkan, Gamping Gegayengan dapat menjadi wadah yang lebih luas untuk menampung kreativitas seluruh elemen di Gamping.
"Kirab kali ini untuk pertama kalinya dilombakan agar bisa menyedot animo masyarakat. Disamping untuk menyemarakan hari jadi Sleman yang ke-100," tandasnya.
Rifa'ie, salah seorang warga Balecatur mengaku bangga dengan kegiatan tersebut. Menurutnya, Gamping Gegayengan bisa menjadi identitas dan jati diri warga Gamping untuk dapat mengangkat budayanya.
"Di samping itu, kalau kegiatan ini berjalan baik, maka kegiatan ekonomi masyarakat akan bisa meningkat. Bagi saya kegiatan ini sangat bagus," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Persita Tangerang menang 2-1 atas Garudayaksa FC. Gol Aleksa Andrejić pada menit ke-90+2 memastikan kemenangan dalam laga penuh drama VAR.
Melalui semangat gotong royong, para relawan muda bersiap menempuh perjalanan 16 jam melalui jalur darat dan laut untuk menyalurkan bantuan serta memberikan duk
PSIM Jogja kalah 0-4 dari Persija Jakarta di Stadion Sultan Agung. Laskar Mataram baru mengoleksi satu poin dari empat laga Super League.
Berbekal semangat kepedulian sosial yang telah dibangun sejak usia 15 tahun, Gamma A. Thohir mengajak generasi muda mengambil peran nyata melalui penyaluran ban
Google dikabarkan mengembangkan emoji HDR untuk Google Chat agar tampil lebih cerah dan kontras. Fitur ini belum diumumkan resmi.