MEGAPROYEK KULONPROGO : PPLP dan WTT Kompak Tolak Proyek Pesisir Kulonprogo

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Selasa, 10 Mei 2016 21:20 WIB
MEGAPROYEK KULONPROGO : PPLP dan WTT Kompak Tolak Proyek Pesisir Kulonprogo

Widodo, Humas PPLP KP dan Martono, Ketua WTT saat membacakan pernyataan sikap sebagai pertanda konsolidasi resmi antara dua komunitas warga penolak proyek di pesisir Kulonprogo pada Selasa (10/5/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)

Megaproyek Kulonprogo mendapatkan penolakan dari gabungan warga

Harianjogja.com, KULONPROGO - Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP) dan Wahana Tri Tunggal (WTT) sepakat berkonsolidasi secara resmi dalam menolak sejumlah program pembangunan yang dirasa merugikan di kawasan pesisir Kulonprogo pada Selasa (10/5/2016).

Widodo, Humas PPLP menyatakan bahwa konsolidasi ini juga terbuka bagi sejumlah pihak yang memiliki konflik tanah di DIY untuk ikut bergabung dan berjuang bersama.

Dalam prosesnya, PPLP dan WTT menghasilkan 7 poin pernyataan sikap yang antara lain menolak keberadaan bandara New Yogyakarta International (NYIA) dan pertambangan pasir besi tanpa syarat. Widodo menjelaskan bahwa selama ini kedua belah pihak memang telah saling membantu namun belum secara resmi.

“Sekarang situasinya semakin sulit, kami harus bekerja sama agar tidak tergilas,” ujarnya.

Konsolidasi ini juga sebagai pembuktian dua komunitas dalam menolak mega proyek yang dilakukan di daerah pantai tersebut. Menurutnya, kedua mega proyek tersebut merupakan perampasan tanah bagi warga yang selama ini telah mengolah dan hidup dari tanah tersebut.

Selain itu, Widodo menjelaskan bahwa konsolidasi secara resmi ini juga sebagai upaya untuk mengabarkan persoalan yang ada secara luas kepada mayarakat. Menilik banyaknya kasus serupa yang terjadi di DIY, ia menyebutkan bahwa pihaknya terbuka bagi sejumlah pihak yang memiliki nasib yang sama.

Ketua WTT, Martono menyatakan bahwa konsolidasi ini merupakan suatu bentuk kerja sama menghadapi permasalahan yang dihadapi.

“Golek bolo, pemerintah juga bersama Angkasa Pura melawan kami maka kami juga harus bersatu,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa konsolidasi ini bukan merupakan suatu perlawanan namun sebagai cara mempertahankan diri.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online