KECELAKAAN KULONPROGO : Tebing Longsor Menimpa Dua Penambang, Satu Tewas

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Jum'at, 13 Mei 2016 16:20 WIB
KECELAKAAN KULONPROGO : Tebing Longsor Menimpa Dua Penambang, Satu Tewas

Ilustrasi (JIBI/Solopos/Antara)

Kecelakaan Kulonprogo terjadi di lokasi penggalian tanah

Harianjogja.com, KULONPROGO - Dua warga Dusun Kisik, Banjararum, Kalibawang tertimbun longsor saat menggali lahan kosong pada Kamis(12/5/2016) sore. Tebing setinggi tiga meter runtuh dan jatuh menimpa kedua korban.

Akibatnya, salah satu korban bernama Ngadirin meninggal dunia. Sedangkan satu orang korban lagi yakni Tugiyo menderita luka-luka sehingga harus dirawat inap di rumah sakit.

Kapolsek Kalibawang, Kompol Joko Sumarah menyatakan bahwa kejadian diawali ketika korban menggali tanah urug di lokasi dengan berbekal cangkul dan enggrong. Namun, tebing pasir tersebut kemudian runtuh menimpa korban.

Warga setempat segera mengevakuasi korban namun Ngadirin meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. “Dokter menyatakan bahwa korban sudah tidak bernafas ketika sampai di rumah sakit,” jelasnya ketika dihubungi pada Jumat (13/5/2016). Jenazah kemudian langsung dibawa pulang untuk dimakamkan.

Sementara itu, Tugiyo mengalami sejumlah luka di pipi, dada, dan lutut kanan. Joko menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan olah TKP dengan koordinasi dari perangkat desa setempat.

Disinggung mengenai adanya pertambangan liar, Kepala Desa Banjararum, Warudi menyanggah hal tersebut. Menurutnya, lokasi tersebut memang merupakan bekas penambangan pasir yang telah ditutup karena izinnya habis.

Meski demikian, warga hanya menambang tanah urug tersebut jika ada keperluan. “Bukan penambangan besar-besaran, hanya jika ada yang minta saja,” jelasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online