Jembatan Kretek Dua Bakal Diimbangi Pengembangan Wisata
Ilustrasi (JIBI/Solopos/Antara)
Kecelakaan Kulonprogo terjadi di lokasi penggalian tanah
Harianjogja.com, KULONPROGO - Dua warga Dusun Kisik, Banjararum, Kalibawang tertimbun longsor saat menggali lahan kosong pada Kamis(12/5/2016) sore. Tebing setinggi tiga meter runtuh dan jatuh menimpa kedua korban.
Akibatnya, salah satu korban bernama Ngadirin meninggal dunia. Sedangkan satu orang korban lagi yakni Tugiyo menderita luka-luka sehingga harus dirawat inap di rumah sakit.
Kapolsek Kalibawang, Kompol Joko Sumarah menyatakan bahwa kejadian diawali ketika korban menggali tanah urug di lokasi dengan berbekal cangkul dan enggrong. Namun, tebing pasir tersebut kemudian runtuh menimpa korban.
Warga setempat segera mengevakuasi korban namun Ngadirin meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. “Dokter menyatakan bahwa korban sudah tidak bernafas ketika sampai di rumah sakit,” jelasnya ketika dihubungi pada Jumat (13/5/2016). Jenazah kemudian langsung dibawa pulang untuk dimakamkan.
Sementara itu, Tugiyo mengalami sejumlah luka di pipi, dada, dan lutut kanan. Joko menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan olah TKP dengan koordinasi dari perangkat desa setempat.
Disinggung mengenai adanya pertambangan liar, Kepala Desa Banjararum, Warudi menyanggah hal tersebut. Menurutnya, lokasi tersebut memang merupakan bekas penambangan pasir yang telah ditutup karena izinnya habis.
Meski demikian, warga hanya menambang tanah urug tersebut jika ada keperluan. “Bukan penambangan besar-besaran, hanya jika ada yang minta saja,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 lengkap dengan niat, tata cara, dan keutamaannya menjelang Iduladha.
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
Selat Solo jadi alternatif olahan daging kurban yang unik. Perpaduan Jawa-Belanda, lezat, dan makin populer saat Idul Adha.
Kelangkaan solar subsidi di luar Jawa picu antrean panjang dan lonjakan biaya logistik jelang Iduladha 2026.
Masjid Sheikh Zayed Solo gelar Iduladha 2026 dengan 50 sapi kurban dan Festival Bulan Haji. Ada pasar gratis hingga nikah massal.