KEBUTUHAN POKOK : Harga Daging Sapi Stabil Sih, Tapi Stabil Tinggi

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Sabtu, 14 Mei 2016 07:20 WIB
KEBUTUHAN POKOK : Harga Daging Sapi Stabil Sih, Tapi Stabil Tinggi

Panijem, penjual daging sapi di Pasar Beringharjo sedang menunggu dagangannya, Jumat (25/7/2014). Harga komoditas daging sapi hingga H-3 masih belum beranjak, dijual Rp105.000 perkg. (Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja).

Harga kebutuhan pokok daging sapi tetap tinggi.

Harianjogja.com, JOGJA-Meski harga kebutuhan pangan seperti gula pasir, telur, minyak goreng dan bumbu dapur naik, harga daging sapi di pasaran belum menunjukkan tanda-tanda kenaikan. Saat ini harga daging sapi cenderung stabil meski terbilang tinggi.

Di Pasar Kranggan, salah satu pendagang daging sapi bernama Supri menjual daging kualitas satu dan has luar mulai Rp115.000 hingga Rp120.000 per kg. Supri mengatakan harga yang saat ini dipatok oleh pedagang termasuk tinggi dibandingkan harga satu tahun lalu saat menjelang puasa.

Karena harga yang termasuk tinggi ini, pihaknya pun belum bisa memastikan apakah pada bulan lebaran nanti daging sapi akan terjadi perubahan harga atau tidak.

“Kita belum bisa memprediksi apakah naik atau tidak karena sekarang pun harganya sudah tinggi,” kata Supri, Jumat (13/5/2016).

Jika melihat pengalaman tahun sebelumnya, harga daging sapi naik setiap menjelang Lebaran. Jangka waktunya pun tidak lama. Hanya terjadi 10-15 hari menjelang Lebaran dan setelah itu kembali ke harga normal. Harga daging sapi saat puasa akan cenderung stabil karena permintaan menurun.

Sementara itu harga daging sapi di pasar tradisional di Kabupaten Sleman dijual lebih tinggi. Di Pasar Pakem, pedagang daging sapi bernama Sunarjo menjual daging sapi dengan selisih harga Rp5.000 sampai Rp10.000 lebih mahal dibandingkan harga di Kota Jogja. Harga daging kualitas satu dijualnya Rp125.000 per kg.

Ia mengatakan untuk saat ini pasokan sapi masih aman. Tanda-tanda kenaikan harga juga belum tercium. Namun, pihaknya bersiap jika pada satu minggu sebelum Lebaran nanti harga daging sapi akan naik.
“Modelnya kalau Lebaran itu naiknya nggak lama. Paling seminggu,” ujar dia.

Sunarjo memotong sendiri sapi yang ia jual. Ia mendapatkan sapi dari Pleret dan Muntilan. Setiap hari ia mampu menjual ratusan kilo daging sapi untuk menyuplai kebutuhan pedagang bakso, rumah makan padang, dan juga rumah tangga.

Ia mengatakan, kenaikan harga untuk bulan-bulan seperti ini biasanya dilakukan secara pribadi oleh pedagang. Saat pembelinya ramai, kata dia, menjadi peluang bagi pedagang untuk menaikkan harga.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online